AKADEMIKAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kunjungan ke BPPBTPH Kalteng, Mahasiswa UMPR Perkuat Pemahaman Pemuliaan Tanaman dan Inovasi Pertanian

11
×

Kunjungan ke BPPBTPH Kalteng, Mahasiswa UMPR Perkuat Pemahaman Pemuliaan Tanaman dan Inovasi Pertanian

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Upaya mencetak generasi muda pertanian yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pembangunan sektor pangan terus diperkuat melalui kegiatan pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Salah satunya dilakukan oleh Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) yang menggelar kunjungan edukatif ke UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura (BPPBTPH) Kalteng.

Sebanyak 30 mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman berkesempatan mempelajari secara langsung berbagai proses pengembangan benih unggul, teknologi kultur jaringan, hingga tahapan aklimatisasi bibit tanaman. Kegiatan tersebut didampingi oleh dua dosen pengampu dan berlangsung di kompleks BPPBTPH di Palangka Raya pada Jumat (5/6/2026).

Kepala UPT BPPBTPH, Isnawati, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

Menurutnya, dunia pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis terkait teknologi dan inovasi yang berkembang di lapangan.

Ia menjelaskan, BPPBTPH sebagai salah satu unit teknis memiliki tugas dalam mendukung ketersediaan benih bermutu serta pengembangan berbagai teknologi perbenihan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana proses pengembangan benih unggul dilakukan secara nyata. Dengan melihat langsung di lapangan, mereka dapat memahami tahapan-tahapan teknis yang selama ini dipelajari di bangku kuliah,” ujarnya.

Baca Juga  Rakerda APDESI Kalteng 2026 Perkuat Peran Desa sebagai Motor Pembangunan dan Penggerak Ekonomi

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai proses pemuliaan tanaman, produksi benih hortikultura, pengawasan mutu benih, hingga strategi menjaga ketersediaan benih unggul yang dibutuhkan petani.

Kepala Seksi Perbanyakan Benih Hortikultura, Goalter Zoko, menerangkan bahwa keberhasilan program peningkatan produksi pangan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih unggul yang berkualitas.

Karena itu, teknologi perbanyakan tanaman menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung hasil pemuliaan tanaman.

Menurutnya, kultur jaringan merupakan metode yang mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar dengan kualitas yang seragam dan waktu produksi yang relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

“Setelah varietas unggul berhasil diperoleh melalui proses pemuliaan, diperlukan teknologi yang dapat memperbanyak bibit secara efisien.

Kultur jaringan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyebaran varietas unggul kepada masyarakat dan pelaku usaha pertanian,” katanya.

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut telah banyak diterapkan pada berbagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti pisang, anggrek, dan nanas.

Selain mendukung produksi massal bibit, metode kultur jaringan juga membantu menjaga kemurnian varietas dan kesehatan tanaman.

Mahasiswa kemudian diajak mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan untuk melihat secara langsung proses perbanyakan tanaman secara in vitro.

Baca Juga  Data Sensus Ekonomi 2026 Dukung Palangka Raya Semakin KEREN

Dalam sesi tersebut, Pengawas Benih Tanaman sekaligus tenaga teknis laboratorium, Anik Sumiani, menjelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan media tanam, sterilisasi bahan tanaman, inokulasi, multiplikasi tunas hingga pembentukan bibit siap tanam.

Anik menjelaskan bahwa kultur jaringan menjadi salah satu teknologi yang semakin penting dalam pengembangan pertanian modern karena mampu menghasilkan bibit berkualitas tinggi dengan tingkat keseragaman yang baik.

“Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses perbanyakan tanaman, tetapi juga membantu menjaga kualitas genetik tanaman unggul sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal,” jelasnya.

Setelah dari laboratorium, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke screen house aklimatisasi.

Di lokasi tersebut, mahasiswa mempelajari tahapan adaptasi bibit hasil kultur jaringan sebelum dipindahkan ke lahan budidaya.

Petugas menjelaskan bahwa proses aklimatisasi menjadi salah satu tahapan penting karena menentukan tingkat keberhasilan bibit dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan alami.

Bibit yang sebelumnya tumbuh dalam lingkungan laboratorium yang steril harus beradaptasi secara bertahap terhadap perubahan suhu, kelembapan, serta intensitas cahaya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan mahasiswa terkait teknologi perbenihan, pemuliaan tanaman, dan peluang pengembangan inovasi pertanian di masa depan.

Baca Juga  SMPK Santa Maria Gelar Perpisahan, 58 Siswa Resmi Lulus

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan teknologi pertanian yang semakin modern.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman, Nurul Hidayati, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu yang dipelajari.

Menurutnya, interaksi langsung dengan para praktisi dan tenaga teknis akan membantu mahasiswa memahami tantangan sekaligus peluang pengembangan sektor pertanian secara lebih komprehensif.

Melalui kegiatan tersebut, UMPR berharap mahasiswa dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih kuat sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan pertanian modern, peningkatan ketahanan pangan, serta pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di Kalteng dan Indonesia pada umumnya. (adv)​

+ posts