EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pra-Inkubasi EKI Tingkatkan Literasi Keuangan Nelayan Tanjung Putri

12
×

Pra-Inkubasi EKI Tingkatkan Literasi Keuangan Nelayan Tanjung Putri

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat, sebagai langkah memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui perluasan akses keuangan yang inklusif.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga lembaga jasa keuangan (LJK). Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi ekosistem keuangan desa yang mampu menjangkau masyarakat nelayan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Program pra-inkubasi EKI difokuskan pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan informal yang berisiko tinggi. Upaya ini dinilai krusial untuk menciptakan sistem keuangan desa yang sehat dan produktif.
Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri, menegaskan bahwa program EKI memiliki peran strategis dalam membuka akses layanan keuangan formal bagi masyarakat desa, khususnya nelayan.
“Program EKI memiliki arti penting bagi Desa Tanjung Putri, khususnya dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat nelayan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan. Selain itu, penguatan literasi keuangan juga menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat memahami dan memilih produk keuangan yang legal. Kami berharap program EKI dapat mendorong akses keuangan di desa menjadi lebih merata, serta mendorong masyarakat menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya agar pemahaman keuangan warga semakin meningkat,” ujar Eli, baru-baru ini.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen dan inklusi keuangan 80,51 persen. Namun, pada kelompok petani dan nelayan, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional, masing-masing 58,87 persen dan 69,40 persen. Sementara di wilayah perdesaan, tingkat literasi dan inklusi keuangan tercatat 59,60 persen dan 75,70 persen.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan akses keuangan yang masih perlu ditangani secara sistematis. Oleh karena itu, kehadiran program EKI menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang baik.
Desa Tanjung Putri sendiri memiliki potensi ekonomi perikanan yang cukup besar, dengan estimasi produksi ikan mencapai sekitar 1 ton per hari. Selain itu, desa ini juga telah didukung oleh keberadaan agen laku pandai, yang semakin memperkuat akses layanan keuangan di tingkat lokal.
Pengembangan Desa Tanjung Putri juga sejalan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4 hingga 16,2 persen. Dengan demikian, integrasi program EKI dan KNMP menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pesisir secara menyeluruh.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan bahwa pelaksanaan EKI tidak hanya berfokus pada akses keuangan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
“Pelaksanaan EKI tidak hanya bertujuan memperluas akses keuangan, tetapi juga membangun ekosistem desa yang mampu mengelola potensi ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui tahapan pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi, intervensi program dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan, pelaksanaan program, hingga penguatan keberlanjutan. Dengan pendekatan tersebut, EKI diharapkan dapat mendukung KNMP sebagai program strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan pesisir melalui literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas dan merata,” terang Primandanu.
Dalam kegiatan tersebut, OJK juga memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat nelayan sebagai bagian dari penguatan literasi. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta pengelolaan keuangan yang efektif dan bijak.
Melalui tahapan pra-inkubasi ini, Desa Tanjung Putri diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan desa berbasis ekosistem keuangan inklusif yang produktif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Secara keseluruhan, program ini menjadi pijakan awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui integrasi akses keuangan, literasi, dan penguatan potensi lokal. Sinergi seluruh pihak diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Red/Adv)

Baca Juga  DPRD Barito Utara Nilai Otda Perkuat Arah Pembangunan Nasional
+ posts