HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Basarnas Gelar Pelatihan Evakuasi Banjir di Palangka Raya

316
×

Basarnas Gelar Pelatihan Evakuasi Banjir di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya menggelar pelatihan evakuasi korban bencana banjir di Kecamatan Jekan Raya, sebagai bagian dari kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang menyasar kawasan rawan bencana, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan ini menitikberatkan pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi masyarakat agar mampu melakukan pertolongan awal sebelum bantuan profesional tiba.

“Kegiatan ini diharapkan mampu membekali masyarakat dengan kemampuan dasar pencarian dan pertolongan sehingga mereka lebih tanggap menghadapi potensi ancaman banjir dan kerentanan bencana di lingkungannya, khususnya di wilayah Kecamatan Jekan Raya,” kata Alit.

Baca Juga  Pemko Palangka Raya Gelar Seleksi Paskibraka 2026, 156 Pelajar Ikuti Tahapan Penilaian

Alit menegaskan bahwa membangun kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat keluarga dan komunitas, dengan mendorong warga memahami risiko serta cara menghadapinya secara mandiri.

Materi pelatihan mencakup pengenalan instansi SAR, teknik dasar pertolongan pertama, penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan tali, serta strategi penyelamatan korban di medan banjir.

Baca Juga  DPRD Kalteng Usulkan Pembentukan BUMD Pertambangan untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Para peserta dilatih melalui kombinasi teori dan praktik, termasuk simulasi langsung yang menggambarkan kondisi nyata saat bencana banjir melanda kawasan pemukiman.

Peserta tidak hanya diajarkan teknik, tetapi juga bagaimana menjaga ketenangan, komunikasi tim, dan pengambilan keputusan cepat saat krisis berlangsung.

Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun solidaritas warga dan meningkatkan rasa tanggung jawab sosial terhadap keselamatan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Bank Indonesia Nilai Mini Championship TP2DD Perkuat Transformasi Digital

Pihak SAR Palangka Raya berkomitmen untuk memperluas cakupan pelatihan hingga ke wilayah pinggiran kota yang akses terhadap pengetahuan kebencanaan masih minim.

“Kegiatan seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tapi menjadi bagian dari solusi saat bencana datang,” tandas Alit. (Red/Adv)