AKADEMIKAHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kepala BRIN Tinjau Riset Teknologi Penanganan Karhutla

5
×

Kepala BRIN Tinjau Riset Teknologi Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kunjungan kerja Kepala BRIN ke Balai Pengendali Kebakaran Wilayah Kalimantan di Palangka Raya yang membahas penguatan riset dan teknologi penanganan karhutla.

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengendali Kebakaran Wilayah Kalimantan di Palangka Raya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara riset akademis, pengembangan teknologi, dan kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lapangan. Dalam agenda itu, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof. Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D. turut hadir untuk menyelaraskan pengembangan riset dengan implementasi teknologi yang dapat mendukung upaya penanggulangan karhutla.

Kunjungan kerja tersebut juga mencakup pengujian inovasi penanganan kebakaran lahan, terutama untuk menghadapi ancaman pada kawasan rawan seperti lahan gambut dan taman nasional. Selain melihat pengembangan teknologi pemadaman api, agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat pendekatan berbasis penelitian agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai kondisi lapangan. “Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi riset dan penerapan teknologi dalam penanganan karhutla,” demikian substansi kegiatan yang berlangsung baru-baru ini.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut adalah uji coba Dumakron, yakni bahan semai awan hujan berukuran mikro sekitar 2–5 mikron yang disebarkan menggunakan drone untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pengujian tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam mendukung penanganan kondisi yang berkaitan dengan kebakaran lahan. Selain itu, dilakukan pula verifikasi dan validasi survei menggunakan Drone Thermal dan Drone Lidar untuk memperoleh dukungan data dari pemantauan berbasis teknologi.

Baca Juga  Bunda PAUD Barsel Tekankan Kolaborasi Bangun Pendidikan Anak Usia Dini

Rangkaian kegiatan juga diarahkan pada pengembangan kemampuan pemantauan kawasan yang berpotensi terdampak karhutla. Penggunaan drone dengan teknologi thermal dan lidar diharapkan dapat mendukung proses survei serta menghasilkan informasi yang lebih mendalam mengenai kondisi wilayah. Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data dalam menyusun strategi mitigasi, khususnya pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Kepala BRIN kemudian melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR. Kehadiran BRIN di pusat pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas kerja sama antara periset BRIN, kalangan akademisi, dan tim lapangan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) di Kalimantan. Kolaborasi lintas lembaga ini diarahkan agar penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi semakin mengutamakan langkah pencegahan yang berbasis sains.

Baca Juga  Kerajinan Resin Berbahan Bunga Pekarangan Tingkatkan Kreativitas Siswa

Rektor UPR Prof. Bhayu Rhama menegaskan kesiapan universitas untuk mendukung kerja sama tersebut dengan melibatkan tim ahli serta memfasilitasi riset lanjutan melalui PPIIG UPR. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan unsur teknis di lapangan dapat menjadi dasar pengembangan informasi yang lebih akurat untuk mendukung upaya mitigasi karhutla.

Keterlibatan PPIIG UPR dalam kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung lahirnya peta mitigasi berbasis data yang lebih akurat. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam memahami wilayah rawan dan menyusun langkah pencegahan secara lebih terarah. Dengan menggabungkan kemampuan riset, pengetahuan akademis, serta pengalaman tim lapangan, upaya penanganan karhutla dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Agenda kunjungan tidak berhenti pada pengujian teknologi dan penguatan kerja sama riset. Kegiatan gabungan tersebut ditutup dengan komitmen untuk menyusun program kerja bersama yang melibatkan Manggala Agni, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta unsur pemerintah daerah. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi menghadapi potensi bencana kabut asap yang berkaitan dengan karhutla.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga teknis, dan pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan karhutla di Kalimantan. Pemanfaatan formula pemadaman, teknologi drone, survei thermal dan lidar, serta pengembangan riset gambut menjadi rangkaian upaya yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan mitigasi. Pendekatan berbasis data dan pencegahan menjadi bagian penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Baca Juga  Agustiar Sabran Tunggu Informasi Resmi Kecelakaan Helikopter Seruyan

Secara keseluruhan, kunjungan Kepala BRIN ke Palangka Raya menjadi momentum untuk mempertemukan kapasitas riset dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan. Penguatan kolaborasi melalui PPIIG UPR, dukungan tim ahli, pemanfaatan teknologi drone, serta penyusunan program bersama dengan Manggala Agni, BMKG, dan unsur daerah diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan kawasan Kalimantan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. (RED/Adv)

+ posts