HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Karhutla Mengancam Kesehatan, Agustiar Gerakkan Perlindungan Warga dan Perkuat Bantuan

62
×

Karhutla Mengancam Kesehatan, Agustiar Gerakkan Perlindungan Warga dan Perkuat Bantuan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menginstruksikan penguatan perlindungan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan aktivitas warga.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni membagikan masker dan bantuan pendukung kesehatan kepada masyarakat di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026).

Selain masker, masyarakat menerima vitamin, bubur kacang hijau, serta berbagai dukungan lain untuk membantu menjaga kondisi kesehatan saat kualitas udara terdampak asap karhutla. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pelayanan dan bantuan langsung kepada masyarakat selama kondisi darurat.

Agustiar mengatakan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan TNI, Polri, relawan, mahasiswa, dan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla serta dampaknya terhadap kehidupan warga.

“Hari ini pihak pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan, perlindungan masyarakat dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui pembagian masker. Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian karena kondisi karhutla dapat mengganggu akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.

Baca Juga  Gubernur Agustiar Sabran Pastikan Bantuan Karhutla Tepat Sasaran

Sejak kondisi darurat ditetapkan, distribusi masker dan air bersih terus ditingkatkan. Bantuan diarahkan ke berbagai desa dan wilayah yang membutuhkan sehingga masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar di tengah situasi karhutla.

“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.

Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemprov Kalteng juga mendorong pembangunan sumur bor di berbagai wilayah. Agustiar menyebut jumlah sumur bor yang telah dibangun mencapai ratusan unit dan pembangunan akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.

Langkah lain dilakukan melalui pengisian ulang air mineral dan galon di sejumlah titik atau kota. Penyediaan air disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkapnya.

Tidak hanya kebutuhan air, bantuan pangan juga menjadi perhatian pemerintah. Sembako disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima, di luar penerima Kartu Keluarga Sejahtera. Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan dukungan.

Baca Juga  Karhutla Kalteng Terus Dikendalikan, 372 Kejadian Ditangani dan 4.004 Pasien Dilayani

Dalam hal ketersediaan BBM, Agustiar meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan peruntukan. Pemerintah kota juga diminta meningkatkan pengawasan serta penertiban di SPBU guna memastikan BBM bersubsidi dapat diterima masyarakat yang berhak.

“Jadi kita minta masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan kemampuan. Pemerintah kota juga kita minta melakukan penertiban dan pengetatan di setiap SPBU,” katanya.

Penguatan penanganan karhutla di Kalteng juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan antara lain 100 unit mobil pemadam kebakaran, ekskavator, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Bantuan itu diharapkan memperkuat kemampuan petugas di lapangan, baik dalam melakukan pencegahan maupun ketika harus menghadapi kebakaran yang muncul di sejumlah kawasan. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar sumber daya yang tersedia dapat dikerahkan secara cepat sesuai kebutuhan.

“Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung dan berkoordinasi untuk mengantisipasi karhutla,” tutur Agustiar.

Di tengah kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai, pemerintah juga mulai mempersiapkan langkah menghadapi perubahan musim. Berdasarkan perkiraan BMKG yang disampaikan Agustiar, musim hujan diperkirakan tiba sekitar November hingga Januari.

Baca Juga  Agustiar Sabran Tegaskan Pemerintah Hadir Dampingi Warga Karhutla

Karena itu, kesiapan prasarana penanganan karhutla tetap menjadi perhatian. Relawan, bantuan kesehatan, posko oksigen, hingga berbagai fasilitas pendukung terus dipantau agar dapat digunakan sewaktu-waktu apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Agustiar mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi karhutla. Kesadaran untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kejadian kebakaran menjadi bagian dari peran masyarakat dalam membantu penanganan.

Pemprov Kalteng terus memperkuat koordinasi bersama aparat, relawan dan masyarakat untuk menekan dampak karhutla. Dengan dukungan seluruh pihak, perlindungan kesehatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pencegahan kebakaran diharapkan dapat berjalan beriringan hingga kondisi kembali membaik. (adv)​

+ posts