HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Asap Karhutla Kepung Palangka Raya, Wapres Gibran Pastikan Perawatan Orangutan Tetap Berjalan

8
×

Asap Karhutla Kepung Palangka Raya, Wapres Gibran Pastikan Perawatan Orangutan Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyulitkan pendaratan pesawat tidak menyurutkan langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming untuk melanjutkan kunjungannya ke Palangka Raya, Kalteng, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan itu, perhatian Wapres turut diarahkan pada kondisi satwa yang terdampak bencana karhutla.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Wapres melihat langsung proses perawatan dan rehabilitasi orangutan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan satwa di tengah kondisi asap dapat terpenuhi.

Wapres hadir bersama para pejuang satwa dan dokter hewan yang turut datang dari Jakarta. Mereka meninjau sejumlah fasilitas untuk mengetahui kondisi orangutan serta langkah yang dilakukan tim dalam menghadapi dampak karhutla terhadap kesehatan satwa.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.

Baca Juga  Kunjungi Kalteng, Wapres Gibran Pantau Penanganan Karhutla

Dalam peninjauan tersebut, Wapres berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim BOSF yang selama ini berada di garis depan dalam merawat serta melindungi orangutan.

Ia juga melihat langsung proses rehabilitasi satwa dan berbagai bentuk penanganan yang dilakukan sesuai kondisi masing-masing orangutan.

Untuk mendukung kebutuhan perawatan, Wapres turut menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap proses penanganan satwa yang mengalami dampak dari paparan asap karhutla.

Perhatian Wapres juga diarahkan pada proses pembinaan orangutan di Forest School BOSF Nyaru Menteng. Fasilitas tersebut saat ini menjadi tempat pembinaan 17 orangutan sebelum menjalani tahapan rehabilitasi selanjutnya sesuai kondisi masing-masing.

Selain itu, Wapres meninjau area Karantina Individu Orangutan. Di tempat ini sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam beberapa kandang yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap satwa.

Wapres melihat secara langsung proses nebulisasi atau pemberian uap kepada orangutan. Penanganan tersebut menjadi salah satu upaya yang dilakukan tim medis untuk membantu satwa yang mengalami dampak akibat kondisi asap karhutla.

Baca Juga  Kemdiktisaintek Resmi Perpanjang Jabatan Salampak sebagai Rektor UPR

Menurut Wapres, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman api dan perlindungan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan dan satwa juga harus menjadi perhatian karena kerusakan habitat dapat memengaruhi keberlangsungan hidup satwa dalam jangka panjang.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.

Pemulihan habitat, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan penanganan kesehatan satwa. Ketersediaan sumber pakan dan air serta kondisi ekosistem yang mendukung menjadi faktor penting agar satwa dapat kembali menjalani kehidupan secara baik setelah kondisi lingkungan pulih.

Di sisi lain, Wapres memberikan apresiasi kepada para dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, serta seluruh tim yang terus bekerja melakukan perawatan dan perlindungan terhadap satwa Indonesia. Dedikasi mereka dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan satwa di tengah ancaman bencana lingkungan.

Baca Juga  Wapres Gibran Tinjau Karhutla di Tiga Wilayah Kalimantan, Minta Penanganan Diperkuat

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” pungkas Wapres.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penanganan karhutla secara menyeluruh. Upaya penanggulangan tidak hanya diarahkan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap, tetapi juga memastikan satwa yang terdampak mendapatkan perawatan serta habitatnya dapat dipulihkan secara bertahap. (adv)​

+ posts