EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKAB BARITO SELATANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

PT NRS Bersama Instansi Terkait Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

65
×

PT NRS Bersama Instansi Terkait Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Tim Gabungan PT Nusantara Raya Solusi (NRS) Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

BUNTOK – PT Nusantara Raya Solusi (PT NRS) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah melalui koordinasi dan kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah, serta aparat terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons perusahaan dalam menghadapi kondisi tanggap darurat karhutla, khususnya di dalam dan sekitar wilayah kerja perusahaan.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Kondisi lapangan yang dinamis, cuaca kering, keterbatasan sumber air di sejumlah titik, serta potensi munculnya titik api baru menjadikan koordinasi dan gotong royong antar pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam memperkuat efektivitas penanganan di lapangan,” ujar CEO PT Nusantara Raya Solusi, Mayang Pratiwi, baru-baru ini.

Dalam pelaksanaannya, tim PT NRS bekerja bersama masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berkoordinasi dengan KPHP Kapuas Hulu, KPHL Gerbang Barito, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Manggala Agni, pemerintah daerah dan pemerintah desa, serta unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan, pencegahan, hingga respons terhadap kejadian karhutla.

Baca Juga  DPRD Minta Warga Perketat Perlindungan Diri Disaat Kabut Asap
FOTO Ist.: Tim Gabungan PT Nusantara Raya Solusi (NRS) Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

“Dalam situasi seperti ini, tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Penanganan harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi lapangan, kesiapan personel, ketersediaan peralatan, serta akses terhadap sumber air,” kata Konsultan Kebakaran PT NRS, Aswin Usup.

Kolaborasi di lapangan diwujudkan melalui pemantauan dan verifikasi titik api, mobilisasi personel serta peralatan, pemadaman langsung, patroli pada wilayah rawan kebakaran, dan koordinasi untuk mencegah terjadinya kebakaran baru maupun kebakaran berulang. PT NRS juga melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi lapangan sebagai dasar untuk menyesuaikan pola penanganan yang diperlukan.

Baca Juga  Kalteng Siaga Karhutla, Pengendalian Gambut hingga Dukungan Rp72 Miliar Diperkuat

“Kecepatan respons sangat dipengaruhi oleh informasi awal dan kesiapan tim di lapangan. Karena itu, pemantauan titik api, patroli, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait harus terus dilakukan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Aswin.

FOTO Ist.: Tim Gabungan PT Nusantara Raya Solusi (NRS) Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

Salah satu langkah yang dilakukan PT NRS untuk memperkuat kesiapsiagaan adalah pembangunan dan penambahan sumur bor pada sejumlah titik kritis serta wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperpendek jarak pengambilan air sekaligus mendukung kecepatan mobilisasi tim pemadam ketika terjadi kebakaran.

“Keberadaan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi rawan sangat membantu dalam mempercepat penanganan. Pembangunan sumur bor ini tidak hanya relevan untuk kondisi tanggap darurat, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi potensi karhutla pada periode berikutnya,” ungkap Aswin.

Penentuan lokasi sumur bor dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan lapangan, aksesibilitas, riwayat kejadian kebakaran, serta kedekatan dengan kawasan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Selain penguatan sumber air, perusahaan juga meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana pemadaman, patroli lapangan, serta sistem pemantauan dan respons cepat terhadap indikasi titik api.

Baca Juga  Faridawaty Buka Ruang Aman Asap NasDem bagi Warga Terdampak

“Hutan adalah kepentingan bersama. Karena itu, pencegahan dan pengendalian karhutla juga harus menjadi tanggung jawab bersama dengan memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pihak,” tandas Aswin. (Red/Adv)

+ posts