AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Petani Kalampangan Kembangkan Produk Olahan Berbasis Pisang

18
×

Petani Kalampangan Kembangkan Produk Olahan Berbasis Pisang

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kelompok Tani Pisang di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, mulai mengembangkan pemanfaatan buah dan limbah kulit pisang menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya.
“Kegiatan ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Pisang di Kalampangan agar hasil panen dan limbah kulit pisang dapat memiliki nilai tambah,” kata Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya Pratiwi Hamzah, baru-baru ini.
Program tersebut menyasar Kelompok Tani Pisang yang selama ini sebagian hasil panennya dikonsumsi sendiri atau dijual dalam bentuk mentah kepada tengkulak. Sementara itu, kulit pisang yang dihasilkan dari aktivitas tersebut masih dibuang tanpa pengolahan sehingga belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknologi tepat guna kepada para petani,” ujarnya.
Pendampingan diarahkan agar petani mampu mengolah buah dan kulit pisang menjadi tiga jenis produk bernilai tambah, yakni keripik pisang, kecap berbahan kulit pisang, dan kerupuk kulit pisang. Pengolahan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif usaha sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian yang sebelumnya belum optimal.
“Kami mengenalkan pengolahan buah dan kulit pisang menjadi keripik pisang, kecap kulit pisang, serta kerupuk kulit pisang,” katanya.
Selain keterampilan produksi, program juga memberikan pelatihan mengenai manajemen usaha dan desain kemasan. Para petani juga diperkenalkan dengan pemanfaatan platform perdagangan elektronik seperti Instagram, Shopee, dan Tokopedia untuk membantu memperluas pemasaran produk hasil olahan.
“Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga mencakup manajemen usaha, kemasan, dan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran,” ungkapnya.
Program pengabdian tersebut menyasar Kelompok Tani Pisang yang dipimpin Jarwo dengan jumlah anggota lima orang. Pelaksana kegiatan terdiri atas Pratiwi Hamzah sebagai ketua, serta Aprilita dan Wahyu Anggar Wanto sebagai anggota, dengan dukungan tiga mahasiswa Universitas Palangka Raya.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi limbah pisang, menciptakan peluang kerja dan wirausaha baru, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga petani,” tandas Pratiwi. (Red/Adv)

Baca Juga  Siswa SMK Kesehatan Palangka Raya Belajar Tinta Eco-friendly
+ posts