DPRD BARITO UTARAHEADLINE

DPRD Barito Utara Dukung Penguatan Penanganan Karhutla

9
×

DPRD Barito Utara Dukung Penguatan Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Bina Husada

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Bina Husada, mengapresiasi respons cepat tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gerak cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan unsur terkait dinilai penting untuk mencegah api meluas serta mengurangi risiko dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah bergerak cepat melakukan pemadaman di sejumlah titik. Upaya seperti ini sangat penting agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Bina, baru-baru ini.

Berdasarkan laporan BPBD, penanganan karhutla dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Desa Hajak Simpang Batu Bara, Kecamatan Teweh Baru, Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep, Desa Trahean, serta Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan. Sejumlah titik api berhasil dikendalikan melalui penanganan tim di lapangan, meskipun terdapat lokasi yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Baca Juga  Karhutla Petuk Ketimpun Berhasil Dipadamkan, Tim Bergerak Cepat

“Situasi di lapangan menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan gerak cepat seluruh unsur. Kita tentu berharap titik-titik api yang masih ada dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.

Bina menyebut penanganan di Desa Trahean sempat menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang tidak mudah serta kondisi asap pekat. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan lebih lanjut agar api dapat benar-benar dikendalikan serta tidak kembali menyebar ke area lain.

“Keadaan seperti di Trahean menjadi perhatian karena akses dan asap dapat menyulitkan petugas. Karena itu, kesiapan tim dan dukungan sarana pemadaman harus terus diperhatikan agar petugas dapat bekerja secara maksimal,” ungkap Bina.

Menurutnya, ancaman karhutla perlu diantisipasi sejak dini, terutama ketika kondisi lahan mulai mengering. Upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Baca Juga  Radar Cuaca Muara Teweh Perkuat Mitigasi Bencana Daerah

“Kita tentu berharap seluruh titik api dapat segera ditangani. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” jelasnya.

Bina juga mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, MPA, Manggala Agni, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang baik akan mempercepat penyampaian informasi ketika ditemukan titik api sekaligus memungkinkan petugas segera melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.

“Kecepatan informasi dan kesiapan peralatan sangat menentukan. Begitu ada laporan, tim bisa langsung bergerak sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Kalteng Dorong Mahasiswa UIN Jadi Generasi Penggerak Kemajuan Daerah

Selain koordinasi, ia meminta kesiapan sarana dan prasarana pemadaman terus mendapat perhatian. Kendaraan pemadam, pompa air, selang, pasokan air, serta berbagai peralatan pendukung harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Bina juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Barito Utara dari ancaman karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan dan laporan dini adalah bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat,” tandas Bina. (Red/Adv)

+ posts