DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Tiga Jembatan Strategis Barito Utara Dibiayai Multiyears

10
×

Tiga Jembatan Strategis Barito Utara Dibiayai Multiyears

Sebarkan artikel ini

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama DPRD setempat memastikan pembangunan tiga jembatan strategis dilaksanakan melalui skema kegiatan tahun jamak atau multiyears. Pembiayaan proyek tersebut ditetapkan secara bertahap selama empat tahun, mulai 2026 hingga 2029, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Tujuan utama kesepakatan ini adalah memberikan kepastian arah, target, sasaran, dan tahapan penyelesaian kegiatan pembangunan yang tidak dapat dilaksanakan dalam satu tahun, sehingga perlu diselesaikan melalui kegiatan tahun jamak,” ujar Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiyono, saat membacakan nota kesepakatan, baru-baru ini.

Kepastian penganggaran tersebut dituangkan dalam Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak yang ditandatangani Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama DPRD dalam Rapat Paripurna III di ruang sidang DPRD Barito Utara. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi pelaksanaan pembangunan tiga jembatan yang memiliki skala pekerjaan besar dan membutuhkan waktu penyelesaian lebih dari satu tahun anggaran.

Baca Juga  DPRD Barito Utara Dukung Penertiban Praktik Illegal Fishing

“Dengan adanya pembagian tahapan dan pembiayaan per tahun, penyelesaian pekerjaan menjadi lebih jelas dan terukur. Ini juga mempermudah proses administrasi pertanggungjawaban program serta pengawasan jadwal kegiatan,” tambah Sudiyono.

Tiga proyek yang masuk dalam skema tersebut masing-masing adalah Jembatan Lemo Seberang–Desa Lemo lanjutan, Jembatan Sikan–Tumpung Laung lanjutan, serta Jembatan Lahei Seberang–Lahei. Jembatan Lemo Seberang–Desa Lemo memperoleh alokasi Rp15,015 miliar pada 2026, Rp39,810 miliar pada 2027, Rp40,040 miliar pada 2028, dan Rp5,235 miliar pada 2029.

“Untuk Jembatan Sikan–Tumpung Laung lanjutan, alokasi anggarannya sebesar Rp15,6 miliar pada 2026, Rp41,475 miliar pada 2027, Rp41,475 miliar pada 2028, dan Rp5,450 miliar pada 2029,” kata Sudiyono.

Baca Juga  Radar Cuaca Muara Teweh Perkuat Mitigasi Bencana Daerah

Sementara itu, Jembatan Lahei Seberang–Lahei mendapatkan porsi anggaran lebih besar dengan alokasi Rp30,450 miliar pada 2026, Rp81,075 miliar pada 2027, Rp81,075 miliar pada 2028, dan Rp10,4 miliar pada 2029. Penetapan anggaran secara bertahap tersebut diharapkan mampu menjaga target kinerja setiap tahun sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati.

“Penetapan penganggaran tahun jamak ini juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan pengawasan serta evaluasi secara berkala, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat dipantau sesuai target yang telah ditentukan,” jelas Sudiyono.

Rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan tersebut dipimpin Ketua DPRD Barito Utara Mery Rukaini, didampingi Wakil Ketua I Beny Siswanto dan Wakil Ketua II Henny Rosgiaty Rusli. Kegiatan turut dihadiri Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, unsur FKPD, Sekda Muhlis, anggota DPRD, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Baca Juga  Karhutla Petuk Ketimpun Berhasil Dipadamkan, Tim Bergerak Cepat

“Kesepakatan ini merupakan wujud sinergi eksekutif dan legislatif untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan berkelanjutan hingga 2029, sekaligus memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Barito Utara,” tandas Sudiyono. (Red/Adv)

+ posts