AKADEMIKAHEADLINEPEMKAB PULANG PISAUPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

UPR Terapkan Dialog Partisipatif Cegah Stunting di Desa Tuwung

10
×

UPR Terapkan Dialog Partisipatif Cegah Stunting di Desa Tuwung

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Saputera, M.Si.

PULANG PISAU — Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) menghadirkan program Ruang Dialog Sehat sebagai model pendampingan partisipatif untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Program ini menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan ibu rumah tangga melalui edukasi, diskusi, serta praktik pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 tersebut dipimpin Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Saputera, M.Si., bersama sembilan anggota tim, termasuk Dr. Muhamad Affandi, M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa Program Pascasarjana UPR.

Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan, rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 57,2 menjadi 82,4, atau mengalami kenaikan sekitar 44,1 persen. Peningkatan tersebut meliputi pemahaman mengenai stunting, gizi ibu dan anak, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia, keanekaragaman pangan, hingga keamanan pangan.

Baca Juga  Agustiar Sabran Pastikan Bantuan Tepat Sasaran di Kapuas

Menurut Saputera, pendekatan dialogis menjadi salah satu kekuatan utama program karena para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertukar pengalaman, mengidentifikasi persoalan, dan mencari solusi bersama sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

Selain mengikuti sesi edukasi, peserta memperoleh pendampingan mengolah bahan pangan lokal, seperti ikan sungai, ubi, sayuran, dan kacang-kacangan menjadi MPASI yang bergizi, aman, serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil evaluasi juga menunjukkan sebanyak 24 dari 30 peserta atau sekitar 80 persen mampu mempraktikkan pengolahan MPASI secara lengkap dan sesuai standar kebersihan yang telah diberikan selama pendampingan.

Baca Juga  Kolaborasi Nasional Perkuat Dana Pensiun dan Pasar Keuangan

Program tersebut berlangsung dalam enam sesi kegiatan dengan tingkat kehadiran peserta rata-rata mencapai 96,7 persen. Seluruh rangkaian meliputi pengenalan stunting, kebutuhan gizi ibu dan anak, pemanfaatan pangan lokal, praktik pengolahan MPASI, hingga evaluasi bersama.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, tim pengabdi turut memperkuat kapasitas 10 kader Posyandu dan PKK agar mampu melanjutkan kegiatan edukasi di masyarakat setelah program selesai. Tim juga membentuk forum Ibu Sehat Tuwung sebagai ruang berbagi pengalaman, bertukar resep, serta memperkuat komunikasi mengenai kesehatan ibu dan anak.

Program ini turut menghasilkan berbagai media edukasi berupa booklet MPASI berbasis pangan lokal, poster dan infografis, video pembelajaran, serta kumpulan resep yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu maupun komunitas masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Pulang Pisau

Saputera berharap model Ruang Dialog Sehat dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting melalui keterlibatan aktif keluarga, penguatan peran kader, serta pemanfaatan potensi pangan lokal.

Ia menambahkan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat merupakan langkah awal yang penting, namun penurunan angka stunting tetap memerlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan. (Red/ADV)

+ posts