HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Karhutla Seluas 0,91 Hektare Ditangani Tim Gabungan

24
×

Karhutla Seluas 0,91 Hektare Ditangani Tim Gabungan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Tim gabungan yang terdiri atas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng, dan Manggala Agni melanjutkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan kebakaran tersebut pertama kali terpantau melalui patroli drone Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng pada pukul 11.31 WIB. Setelah menerima informasi mengenai titik api, personel langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan. “Begitu titik api terpantau, personel segera bergerak ke lapangan agar api tidak semakin meluas. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur yang terlibat,” ucap Agustan, baru-baru ini.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kondisi lahan yang didominasi gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia. Kondisi vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api lebih mudah menjalar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif dan terukur.

Baca Juga  Masa Depan Kalteng Bertumpu pada Guru, Arton S Dohong Dorong Penguatan Pendidikan

“Selama proses penanganan, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran,” kata Agustan.

Dalam proses pemadaman, petugas tidak hanya berupaya mengendalikan kobaran api, tetapi juga membuat pembatas untuk mencegah penjalaran ke area lain. Setelah api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik panas di sekitar lokasi.

Baca Juga  RSUD Doris Raih Pengakuan Dunia, Pemprov Kalteng Percepat Layanan Stroke hingga Pelosok

“Hingga operasi pemadaman berakhir pada pukul 17.22 WIB, tim berhasil memadamkan api di area seluas 0,91 hektare. Namun, penanganan di lokasi tetap perlu dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala,” ujarnya.

Penanganan lanjutan dinilai penting karena karakteristik lahan gambut berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan, terlebih kawasan tersebut memiliki vegetasi yang cukup mudah terbakar. Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan pada bagian-bagian lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran.

“Meski api sudah berhasil dikendalikan, kami tetap meminta kewaspadaan karena masih ada kemungkinan bara api kembali menyala. Pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya,” lanjut Agustan.

Agustan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi cuaca dan lahan cenderung kering. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas warga.

Baca Juga  Tim Gabungan Berhasil Kendalikan Karhutla Lahan Gambut di Baung Bango

“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya karhutla yang dapat merusak hutan, lahan, dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas masyarakat,” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts