HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

RSUD Doris Raih Pengakuan Dunia, Pemprov Kalteng Percepat Layanan Stroke hingga Pelosok

11
×

RSUD Doris Raih Pengakuan Dunia, Pemprov Kalteng Percepat Layanan Stroke hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Penghargaan World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status yang diterima RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi dorongan bagi Pemprov Kalteng untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan, khususnya penanganan stroke hingga ke seluruh kabupaten, kota, dan desa.

Komitmen itu disampaikan Pj Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden, saat mewakili Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke Kalteng di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu (5/8/2026).

Linae mengatakan, penghargaan internasional yang diraih RSUD dr. Doris Sylvanus tidak hanya menjadi kebanggaan rumah sakit, tetapi juga membawa nama Kalteng di tingkat global. Capaian itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan mudah diakses masyarakat.

“Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-81 RI, Riska Agustin Serukan Gerakan Kibarkan Merah Putih di Seluruh Kalteng

Program itu menitikberatkan pada pemenuhan layanan kesehatan sebagai hak dasar masyarakat melalui berobat gratis berbasis KTP, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan desa, revitalisasi puskesmas, pendampingan ibu hamil, hingga program satu desa satu ambulans.

Meski demikian, Linae mengakui masih terdapat tantangan dalam penanganan stroke di berbagai daerah. Saat ini, rumah sakit yang mampu menangani stroke akut masih terbatas dan seluruhnya berada di Palangka Raya.

Selain itu, keterbatasan dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan yang belum merata, serta jarak tempuh antardaerah masih menjadi kendala bagi masyarakat untuk memperoleh penanganan cepat.

Menurutnya, keterlambatan penanganan stroke tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga memengaruhi produktivitas keluarga serta kualitas hidup masyarakat secara luas.

“Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Kalteng akan memperkuat sistem pelayanan stroke melalui lima langkah strategis.

Baca Juga  Respons Cepat Dalkarhutla Kendalikan Kebakaran Lahan di Katingan

Langkah tersebut meliputi penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat Kalteng, penguatan rumah sakit siaga stroke di kabupaten dan kota, integrasi layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta pembentukan Daerah Siaga Stroke pertama di Kalteng melalui kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menjelaskan bahwa WSO/Angels Award Platinum Status merupakan pengakuan internasional atas keberhasilan rumah sakit dalam memenuhi standar pelayanan stroke, mulai dari kecepatan mengenali gejala, proses diagnosis, pemberian terapi, hingga ketepatan dokumentasi pelayanan.

Predikat Platinum yang kini diraih merupakan peningkatan dari penghargaan Gold sebelumnya. Hal itu mencerminkan peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan secara berkesinambungan.

“Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari,” jelas Suyuti.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pasien yang datang ke RSUD dr. Doris Sylvanus masih menjadi tantangan tersendiri, terutama di Instalasi Gawat Darurat.

Baca Juga  Pelantikan Pejabat Baru Perkuat Transformasi Organisasi OJK

Oleh karena itu, penguatan kapasitas rumah sakit di daerah menjadi bagian penting agar pelayanan kesehatan dapat lebih merata dan beban rumah sakit rujukan berkurang.

RSUD dr. Doris Sylvanus juga menyatakan kesiapan untuk terus menjadi pusat rujukan sekaligus pusat pembinaan jejaring pelayanan stroke di Kalteng. Melalui sinergi dengan fasilitas kesehatan di berbagai daerah, diharapkan kemampuan penanganan stroke semakin merata sehingga masyarakat memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas. (adv)​

+ posts