AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Perdagangan Luar Negeri Kalteng Alami Surplus Besar Awal 2026

9
×

Perdagangan Luar Negeri Kalteng Alami Surplus Besar Awal 2026

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan tren positif pada awal 2026. Nilai ekspor Kalimantan Tengah selama Januari hingga Maret 2026 mencapai US$931,49 juta atau mengalami peningkatan sebesar 7,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti yang diwakili oleh Statistisi Ahli Madya, M. Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa peningkatan ekspor tersebut mencerminkan kinerja sektor unggulan daerah yang masih kuat, khususnya dari komoditas nonmigas.

“Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari-Maret 2026 mencapai US$931,49 juta atau naik 7,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang seluruhnya berasal dari komoditas nonmigas,” ujarnya, Senin (04/05/2026) siang.

Ia menjelaskan, komoditas utama yang menjadi penopang ekspor daerah antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, serta berbagai hasil hutan bukan kayu. Komoditas tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap total ekspor Kalimantan Tengah.

“Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Januari-Maret 2026 antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya, bungkil dan residu, serta bijih zirconium, niobium, dan tantalum,” jelasnya.

Baca Juga  Meriahkan Huma Betang Night, Pemprov Kalteng Perkuat Layanan Publik dan Angkat UMKM Lokal

Dari sisi sektor, ekspor Kalimantan Tengah didominasi oleh sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 76,18 persen atau senilai US$709,65 juta. Sektor ini mengalami peningkatan sebesar 10,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekspor Kalimantan Tengah, terutama dari komoditas batu bara dan mineral lainnya yang memiliki permintaan tinggi di pasar global,” katanya.

Sementara itu, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 23,20 persen dengan nilai ekspor mencapai US$216,11 juta. Namun, sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, sektor pertanian justru mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 24,51 persen.

“Nilai ekspor hasil industri pengolahan tercatat sebesar US$216,11 juta, sedangkan ekspor sektor pertanian turun menjadi US$5,73 juta atau mengalami penurunan sebesar 24,51 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah selama periode tersebut adalah Jepang, India, dan Tiongkok. Jepang menjadi tujuan terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$320,39 juta atau 34,40 persen dari total ekspor.

Baca Juga  DPRD Barito Utara Nilai Skema Multiyears Solusi Strategis Dorong Percepatan Pembangunan

“Jepang, India, dan Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah selama Januari-Maret 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari Jepang,” tambahnya.

Selain itu, aktivitas ekspor juga didukung oleh sejumlah pelabuhan, baik di dalam maupun luar wilayah Kalimantan Tengah. Pelabuhan Kumai tercatat sebagai pelabuhan utama dengan kontribusi terbesar terhadap ekspor daerah, diikuti oleh Pelabuhan Sampit, Pulang Pisau, dan Pangkalan Bun.

“Total nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah mencapai US$216,41 juta atau 23,23 persen dari total ekspor, sementara sisanya melalui pelabuhan di provinsi lain,” jelasnya.

Di sisi impor, Kalimantan Tengah mencatat nilai sebesar US$6,57 juta pada Januari-Maret 2026, meningkat 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan impor sektor migas.

“Nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$6,57 juta atau naik 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Komoditas impor utama meliputi aspal, ketel uap, bangunan prefabrikasi, serta berbagai mesin dan peralatan mekanik. Negara asal impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

“Impor Kalimantan Tengah selama Januari-Maret 2026 didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Tiongkok, dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral dan mesin/peralatan mekanik,” katanya.

Baca Juga  Pelestarian Budaya Jadi Sorotan, Sendratari Nansarunai Diharapkan Perkuat Identitas Daerah

Dengan nilai ekspor yang jauh lebih tinggi dibandingkan impor, neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada periode Januari-Maret 2026 mencatat surplus sebesar US$924,92 juta. Angka ini meningkat 7,00 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-Maret 2026 mengalami surplus sebesar US$924,92 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” tutupnya.

Secara keseluruhan, kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada awal 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan ekspor yang tetap terjaga dan surplus perdagangan yang kuat. Kondisi ini mencerminkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional serta menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi regional. (Red/Adv)

+ posts