EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Peringati May Day 2026, Gubernur Kalteng Tekankan Harmoni Industrial 

18
×

Peringati May Day 2026, Gubernur Kalteng Tekankan Harmoni Industrial 

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan ini diinisiasi Forum Silaturahmi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kalimantan Tengah dan berlangsung dalam suasana kondusif serta penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk menghargai kontribusi pekerja sebagai pilar utama pembangunan daerah.

“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk menghargai kontribusi pekerja sebagai tulang punggung pembangunan daerah,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menekankan bahwa pekerja memiliki peran strategis dalam mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi, sehingga seluruh elemen, baik pemerintah, pengusaha, maupun pekerja, perlu menjaga hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh pihak memperkuat komunikasi dan sinergi guna mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Baca Juga  Kontingen Palangka Raya Siap Ikuti Tujuh Kategori, Targetkan Raih Emas

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen hadir sebagai pihak yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memfasilitasi dan melindungi kepentingan semua pihak dalam ekosistem ketenagakerjaan.

“Pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan pelindung. Kebijakan yang diambil diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja tanpa mengabaikan keberlanjutan dunia usaha, sejalan dengan falsafah Huma Betang,” tegasnya.

Peringatan May Day tahun ini juga diwarnai dengan kegiatan syukuran dan kebersamaan, termasuk pemotongan tumpeng oleh Gubernur bersama unsur Forkopimda dan perwakilan pekerja. Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif yang ingin dibangun antara seluruh pemangku kepentingan.

Koordinator Forum Silaturahmi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kalimantan Tengah, Adi Abdian Noor, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini sengaja dikemas berbeda dengan menonjolkan suasana damai tanpa aksi demonstrasi.

Baca Juga  Barito Utara Raih Tiga Penghargaan Kinerja Program Penurunan Stunting

“Pada May Day tahun ini, kami memilih merayakannya dalam suasana syukuran dan kebersamaan tanpa aksi demonstrasi di jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kalangan pekerja di Kalimantan Tengah berkomitmen menjaga stabilitas daerah sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan yang tengah berjalan.

Sementara itu, Ketua Panitia Bosh Valentino menjelaskan bahwa tema May Day 2026 mengangkat isu ketenagakerjaan dalam konteks dinamika global yang terus berkembang.

“Tema ini menjadi refleksi atas berbagai tantangan dunia kerja, sekaligus pengingat pentingnya penguatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja,” jelasnya.

Menurutnya, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas antarpekerja serta menumbuhkan semangat kolektif dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga kerja.

Kehadiran berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, hingga perwakilan asosiasi pengusaha dan serikat pekerja, menunjukkan dukungan luas terhadap terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

Baca Juga  Perkuat Kompetensi Lulusan, Prodi THP UPR Susun RPS OBE

Melalui momentum May Day ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha dalam menciptakan iklim kerja yang produktif, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 ini pun menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha, sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang inklusif. (Red/Adv)

+ posts