AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

UPR Tingkatkan Pengamanan Kampus Setelah Karhutla Lahan Gambut

8
×

UPR Tingkatkan Pengamanan Kampus Setelah Karhutla Lahan Gambut

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan aset lahannya di tengah kemarau panjang dan kondisi lahan gambut yang kering. Langkah tersebut dilakukan setelah karhutla terjadi di kawasan aset lahan UPR, Kampus Yos Sudarso, dengan tim tanggap darurat bergerak cepat sejak titik api terdeteksi untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan strategis kampus.

“Kondisi lahan gambut yang kering akibat El Niño 2026 dan musim kemarau panjang menyebabkan kelembapan tanah menurun drastis sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran,” kata Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanggulangan Kebakaran Lahan UPR, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si., Ph.D., baru-baru ini.

Penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terkoordinasi setelah api terdeteksi di kawasan aset lahan UPR. Kobaran api sempat mendekati Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) serta Gedung Merah Putih sehingga diperlukan respons lapangan untuk mengendalikan penyebaran api.

“Tim Tanggap Darurat UPR langsung bergerak sejak deteksi awal kemunculan api dan melakukan pemadaman di lapangan untuk mencegah api meluas ke kawasan strategis kampus,” ujarnya.

Baca Juga  Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemerintah Perkuat Personel dan Peralatan

Operasi tanggap darurat tersebut melibatkan tim gabungan terpadu yang terdiri atas Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengelolaan Lahan Gambut, Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), Peat Techno Park (PTP), Tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT), serta relawan tanggap bencana dari unsur sivitas akademika UPR.

“Respons lapangan kemudian diperkuat melalui konsolidasi formal untuk memastikan manajemen penanganan, kebutuhan logistik, dan strategi pencegahan lanjutan dapat berjalan secara optimal serta berkelanjutan,” kata Adi.

Kerja terpadu tim berhasil mengendalikan dan memadamkan titik api yang sempat mendekati kawasan strategis di sekitar Gedung PPIIG dan Gedung Merah Putih. Namun, kondisi tersebut belum membuat kewaspadaan dihentikan karena karakteristik lahan gambut memungkinkan api tetap bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Meskipun api permukaan telah padam, tim tanggap darurat tetap bersiaga dengan melakukan pemantauan dan pembasahan berkala atau cooling down secara intensif selama 24 jam,” ujarnya.

Menurut Adi, lahan gambut yang kering masih menyimpan potensi kebakaran bawah tanah atau smoldering yang dapat memunculkan titik api baru sewaktu-waktu, terutama ketika terjadi embusan angin kencang dan suhu tinggi. Karena itu, pemantauan dan pembasahan menjadi bagian penting dalam memastikan api tidak kembali muncul.

Baca Juga  767 Hotspot Ada di Kalteng, DPRD Desak Anggaran Rp70 Miliar Dipertahankan

“Lahan gambut yang kering masih menyimpan potensi kebakaran bawah tanah atau smoldering, sehingga pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai langkah perlindungan terhadap sivitas akademika dari paparan kabut asap, Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng menetapkan sejumlah penyesuaian operasional kampus dengan memperhatikan data kualitas udara BMKG. Perkuliahan tatap muka dimulai paling awal pukul 08.00 WIB, durasi perkuliahan diperpendek, serta kegiatan praktikum dan laboratorium disesuaikan. Aktivitas tatap muka di Gedung Kuliah Terpadu Merah Putih A dan B juga ditiadakan pada 19 hingga 28 Agustus 2026 dan dialihkan ke metode daring atau ruang kuliah fakultas yang dinilai aman. UPR turut membatasi kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan organisasi mahasiswa di luar ruangan, mewajibkan penggunaan masker di area kampus, serta menyiapkan opsi pembelajaran daring penuh apabila kualitas udara memburuk. Di sisi kesiapsiagaan, UPR memperkuat patroli dan pemantauan titik panas di seluruh lahan milik kampus, khususnya zona gambut, serta menyiapkan suplai air, tandon penampungan, dan pompa jinjing pemadam di sejumlah titik krusial. Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel tim tanggap darurat, sivitas akademika, relawan mahasiswa, petugas keamanan kampus, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, jajaran bank mitra UPR, serta masyarakat yang turut mendukung pemadaman dan pengamanan kawasan kampus.

Baca Juga  DPRD Barito Utara Apresiasi Petugas Tangani Karhutla

“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan karena lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan meskipun api terlihat sudah padam. Karena itu, pemantauan, pembasahan, kesiapan infrastruktur, dan koordinasi lintas unit maupun dengan instansi pemadam harus terus diperkuat agar kawasan kampus tetap aman dari ancaman kebakaran,” tandas Adi. (Red/Adv)

+ posts