HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Semua Unsur Diminta Bergerak

8
×

Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Semua Unsur Diminta Bergerak

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat di tengah ancaman kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua unsur harus bergerak sesuai kewenangan dan perannya masing-masing,” ujar Agustan, baru-baru ini.

Menurut Agustan, kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan ke Kalimantan Tengah menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi penanganan karhutla di lapangan. Kehadiran pemerintah pusat juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam menghadapi ancaman kebakaran yang masih berpotensi terjadi.

“Persoalan karhutla tidak cukup diselesaikan ketika api sudah muncul, tetapi harus ditekan sejak tahap pencegahan,” katanya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Desak Penguatan Dana Transfer 2027, Infrastruktur Jadi Prioritas

Ia mengatakan karakteristik wilayah Kalimantan Tengah, terutama kawasan gambut, membuat penanganan karhutla memiliki tantangan tersendiri. Api yang terlihat di permukaan belum tentu menggambarkan kondisi kebakaran sebenarnya karena bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.

“Karena itu, pembasahan, pemantauan titik rawan, kesiapsiagaan personel, serta ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla,” jelas Agustan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah kebakaran. Edukasi dan pengawasan perlu terus dilakukan untuk mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat meningkatkan risiko munculnya api, terutama saat kondisi lahan dan cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

Baca Juga  Tajeri Dukung Regulasi Investasi Berpihak Kepada Masyarakat

“Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak dini, termasuk menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan rawan,” ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan yang memiliki konsesi juga diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah kerjanya. Respons cepat ketika api mulai muncul dinilai sangat menentukan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Ketika api muncul, kecepatan respons menjadi sangat menentukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” kata Agustan.

Agustan menambahkan kondisi lapangan harus terus dipantau karena perubahan cuaca dan kondisi lahan dapat memengaruhi potensi munculnya titik api. Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah bersama unsur terkait juga terus memperkuat koordinasi untuk memastikan langkah pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara optimal.

Baca Juga  BNN Perkuat Perang Narkoba Hadapi Modus Peredaran Baru

“Karhutla bukan sekadar persoalan memadamkan api, tetapi menyangkut hutan yang harus dijaga, ekosistem yang harus dilindungi, serta masyarakat yang harus terhindar dari dampak asap,” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts