HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Narkoba Ancam Masa Depan Generasi, Agustiar Sabran Serukan Perang Bersama di Kalteng

9
×

Narkoba Ancam Masa Depan Generasi, Agustiar Sabran Serukan Perang Bersama di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Perang melawan narkoba kembali ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda dan masa depan Kalteng.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran setelah menerima penghargaan dan apresiasi atas dukungan terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Penghargaan juga diberikan kepada lima kepala daerah, yakni Bupati Barito Selatan, Barito Timur, Katingan, Seruyan dan Gunung Mas.

Dalam kegiatan yang sama, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyerahkan santunan kepada keluarga anggota kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas dalam penggerebekan kasus narkoba di Tumbang Kalemei, Katingan.

Agustiar Sabran mengatakan, penghargaan yang diberikan menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperkuat gerakan melawan narkoba. Persoalan narkotika tidak dapat ditangani hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pencegahan dan keterlibatan masyarakat secara luas.

Menurut Agustiar, ancaman narkoba semakin serius karena dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, lingkungan sosial hingga kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Kelangkaan BBM Makin Dikeluhkan, DPRD Barito Utara Minta SPBU Diawasi Ketat

Karena itu, generasi muda harus mendapat perlindungan dan pembinaan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Narkoba ini penjajah. Awalnya menyenangkan, tetapi kemudian merusak generasi bangsa. Kita harus bersatu menangani narkoba. Generasi muda inilah yang ke depannya memimpin negara ini,” kata Agustiar dalam sambutannya pada kegiatan Gebyar Ananda Bersinar dan Kuliah Umum Kepala BNN Pusat di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kamis (20/8/2026).

Ia menegaskan, perang terhadap narkoba membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BNN, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat diperlukan agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini, sekaligus mempersempit ruang peredaran narkotika.

“Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba jelas memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Ardianto Dukung Bantuan Bibit Perkuat Produktivitas Perkebunan

Agustiar juga mengajak seluruh pihak melihat pemberantasan narkoba sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan.

Penanganan yang dilakukan hari ini diharapkan mampu menyelamatkan generasi muda sehingga mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, produktif dan memiliki masa depan.

“Semangat perjuangan melawan narkoba bukan lagi sekadar penegakan hukum semata, melainkan sebuah perang untuk kemanusiaan, untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan komitmen jangka panjang.

Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum yang dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, para bupati dan wakil bupati serta jajaran Forkopimda.

Suyudi mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan pembangunan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kemajuan bangsa akan sulit dicapai apabila generasi mudanya kehilangan integritas dan produktivitas akibat terpapar penyalahgunaan zat adiktif.

Baca Juga  Sumber Air Jadi Tantangan Penanganan Karhutla di Kalteng

“Pembangunan SDM adalah pondasi utama kemajuan bangsa yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas sepenuhnya bebas narkoba,” tegasnya.

Ia berpesan kepada generasi muda agar memiliki ketahanan diri dan berani menjauhi narkoba dalam kondisi apa pun.

Ancaman narkotika, katanya, dapat menyasar siapa saja tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kedudukan.

“Narkoba tidak kenal suku, agama, ras, jabatan, pangkat,” pungkasnya. (adv)​

+ posts