HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Dishut Kalteng Tangani Dua Karhutla, Respons Cepat Cegah Api Meluas

11
×

Dishut Kalteng Tangani Dua Karhutla, Respons Cepat Cegah Api Meluas

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Palangka Raya, Selasa. Kebakaran dilaporkan terjadi di Jalan Temanggung Kenyapi 1 B, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, serta Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

“Respons cepat menjadi kunci dalam penanganan karhutla. Semakin cepat titik api ditangani, semakin besar peluang mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Setelah menerima laporan masyarakat, personel Dalkarhutla Dishut Kalteng segera menuju lokasi kebakaran di Kelurahan Langkai. Tim bekerja bersama Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng, Bhabinkamtibmas Kelurahan Langkai, BPK Flamboyan, dan TSAK Langkai untuk mengendalikan api yang membakar lahan gambut.

Baca Juga  Penanganan Karhutla Katingan Terus Dilakukan Cegah Perluasan Api

“Kebakaran terjadi di lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan kalakai. Berkat kerja sama seluruh personel, api berhasil dipadamkan pada lahan seluas sekitar 0,02 hektare. Setelah pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Keberhasilan memadamkan api di Kelurahan Langkai menjadi hasil dari respons cepat seluruh unsur yang terlibat. Pendinginan turut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar bara api tidak kembali menyala di area gambut yang rawan menyimpan panas.

“Sementara itu, di Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,08 hektare. Petugas menggunakan satu unit mobil operasional, mesin pompa Honda WL, selang hisap, enam roll selang tembak, dan peralatan pendukung lainnya. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran,” ungkap Agustan.

Baca Juga  Dishut Kalteng Pastikan Kondisi Personel Damkarhutla Tetap Prima

Di lokasi Bukit Tunggal, proses pemadaman berlangsung lebih intensif karena kondisi lahan berupa gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, serta pohon akasia kering. Vegetasi tersebut menyebabkan api lebih mudah merambat sehingga membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

“Karakteristik lahan gambut memang memerlukan penanganan yang lebih serius. Karena itu, selain memadamkan api, tim juga membuat sekat bakar dan melakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul,” jelasnya.

Hingga pukul 16.27 WIB, proses pemadaman di kawasan Bukit Tunggal masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Dalkarhutla Dishut Kalteng, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, Polri, serta Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng. Petugas juga tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.

Baca Juga  Perluasan Water Front City Diharapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Muara Teweh, DPRD Minta Proses Libatkan Masyarakat

“Dalam kesempatan ini juga mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat dan sinergi semua pihak, kita berharap risiko kebakaran dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat,” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts