MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Suparjan Efendi, menilai transformasi digital pada koperasi desa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Hal ini disampaikannya merespons pelaksanaan pelatihan digitalisasi koperasi desa/kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara beberapa waktu lalu sebagai upaya mendorong modernisasi tata kelola koperasi.
Suparjan menegaskan, koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan usaha dan pelayanan kepada anggota.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan sistem yang terdigitalisasi, koperasi dapat dikelola lebih transparan, akuntabel, dan efisien,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga membuka peluang bagi koperasi untuk memperluas jaringan usaha dan akses pasar, sehingga produk-produk lokal desa dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui digitalisasi, koperasi bisa memasarkan produk unggulan desa hingga ke luar daerah. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi tersebut.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi menjadi faktor kunci agar digitalisasi tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan secara optimal.
Suparjan mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah memberikan pelatihan, namun ia mendorong agar program tersebut disertai dengan pendampingan berkelanjutan serta evaluasi berkala.
“Pendampingan itu penting agar koperasi tidak kesulitan dalam mengimplementasikan sistem digital. Selain itu, evaluasi juga diperlukan untuk memastikan program berjalan efektif,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menyebut koperasi desa memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring.
Ia berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku koperasi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.
“Jika dikelola dengan baik dan berbasis digital, koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkasnya. (adv)










