HEADLINEPEMKAB BARITO SELATAN

12 Desa Terang, Warga Sambut Listrik sebagai Harapan Baru Kehidupan

302
×

12 Desa Terang, Warga Sambut Listrik sebagai Harapan Baru Kehidupan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha saat meresmikan penyalaan listrik di 12 desa.

BUNTOK – Haru menyelimuti masyarakat di 12 desa di Kabupaten Barito Selatan setelah sambungan listrik dari PT PLN (Persero) resmi dinyalakan. Bagi warga yang selama ini hidup dalam kegelapan, kehadiran aliran listrik bukan sekadar penerangan, tetapi harapan baru akan masa depan yang lebih baik.

Penyalaan listrik ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha dalam sebuah acara di tiga kecamatan, yaitu Dusun Utara, Dusun Selatan, dan Karau Kuala.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada PT PLN (Persero) atas komitmen luar biasanya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Barito Selatan,” ucap Khristianto saat menghadiri kegiatan peresmian tersebut.

Baca Juga  Kontingen Barito Utara Siap Promosikan Budaya Daerah di FBIM 2026

Menurut Khristianto, masyarakat yang sebelumnya harus mengandalkan lampu minyak dan genset kini dapat menikmati listrik secara stabil, yang akan menunjang aktivitas rumah tangga dan usaha kecil.

Desa-desa yang kini telah dialiri listrik antara lain Danau Bambure, Hingan, Maruga, Hulu Tampang, Panarukan, Majundre, Bintang Kurung, Teluk Sampudau, Malitin, Janggi, Teluk Mampun, dan Madara.

Baca Juga  Pelatihan Manajemen Pelayanan Publik Jadi Langkah Pemprov Kalteng Perkuat Reformasi Birokrasi

“Dengan hadirnya listrik, masyarakat kini dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Ini bukan hanya soal terang, tapi soal kemajuan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial sehari-hari,” jelas Khristianto.

Warga menyambut dengan antusias kehadiran listrik, karena membuka peluang usaha baru dan mempercepat kemajuan teknologi di desa yang sebelumnya sulit dijangkau.

Khristianto pun menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program elektrifikasi desa ini, agar tidak hanya berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan menjadi komitmen jangka panjang pemerintah.

Baca Juga  FBIM 2026 Jadi Panggung Kreativitas, Jagau Nyai Kalteng Diharapkan Promosikan Budaya Daerah

“Ini adalah langkah penting menuju pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” tandas Khristianto. (Red/Adv)

+ posts