EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Perawatan Diri Melonjak, Inflasi Kalteng Capai 2,13 Persen

381
×

Perawatan Diri Melonjak, Inflasi Kalteng Capai 2,13 Persen

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Kenaikan harga signifikan pada sektor perawatan pribadi membawa dampak besar terhadap tingkat inflasi Kalimantan Tengah bulan Juli 2025. BPS menyebut kelompok ini menjadi penyumbang tertinggi dari keseluruhan komponen inflasi.

Agnes Widiastuti, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa tren belanja masyarakat pada produk jasa perawatan mencerminkan perubahan gaya hidup sekaligus dorongan pasokan yang terbatas.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mendominasi penyumbang inflasi kali ini, yang menandakan adanya pola konsumsi yang meningkat di sektor tersebut,” ujarnya dalam keterangan daring, Jumat (01/08/2025).

Baca Juga  Pecahkan Rekor MURI, 11 Jam Live TikTok Bareng Indosat  Tanpa Putus Dave Hendrik Iwet Ramadhan Livestream Mudik 

Data BPS menunjukkan inflasi year-on-year (y-on-y) di Kalteng sebesar 2,13 persen, sementara IHK mencapai 108,20. Secara bulanan, inflasi sebesar 0,38 persen dan year-to-date mencapai 1,46 persen.

Kabupaten Kapuas mencatatkan laju inflasi paling tinggi, yaitu 2,58 persen dengan IHK 109,14. Di sisi lain, Palangka Raya tercatat paling rendah dengan inflasi 1,62 persen dan IHK 107,44.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Salurkan 205 Ribu Bantuan Pangan Jelang Idulfitri

Selain perawatan pribadi yang mencolok, kenaikan harga juga terjadi di kelompok pendidikan dan konsumsi makanan serta minuman, masing-masing sebesar 3,22 persen dan 3,11 persen.

Meski demikian, terdapat sektor yang menunjukkan kontraksi harga, yakni transportasi yang mengalami penurunan sebesar 1,19 persen, serta informasi dan jasa keuangan turun tipis 0,17 persen.

Baca Juga  Dishub Kalteng Proyeksikan Peningkatan Mobilitas Mudik Hingga Tiga Puluh Persen

Agnes menambahkan, data ini menjadi indikator penting dalam menyusun kebijakan pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat.

“Kita butuh keseimbangan antara pertumbuhan konsumsi dan stabilitas harga agar inflasi tetap terkendali,” tandas Agnes. (Red/Adv)