AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kerajinan Resin Berbahan Bunga Pekarangan Tingkatkan Kreativitas Siswa

9
×

Kerajinan Resin Berbahan Bunga Pekarangan Tingkatkan Kreativitas Siswa

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Siswa SMK Negeri 3 Palangka Raya mengikuti kegiatan pemanfaatan bunga pekarangan menjadi kerajinan resin untuk mengembangkan kreativitas dan potensi kewirausahaan.

PALANGKA RAYA – Program Dosen Pendamping Wirausaha Masyarakat (PDPWM), Tim dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya (FT UPR), melaksanakan kegiatan pemanfaatan tanaman bunga pekarangan untuk kerajinan resin sebagai upaya meningkatkan kreativitas produk kewirausahaan di SMK Negeri 3 Palangka Raya, Kamis, 5 November 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas siswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bagian dari pengembangan produk kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam membuat kerajinan, tetapi juga dikenalkan pada pemanfaatan sumber daya sederhana yang berada di sekitar rumah sebagai bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua kegiatan, Elis Sri Rahayu, S.T., M.T., mengatakan pemanfaatan bunga pekarangan sebagai bahan kerajinan resin menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. “Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan kreativitas siswa dalam mengolah bahan yang ada di lingkungan sekitar menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai,” katanya.

FOTO Ist.: Siswa SMK Negeri 3 Palangka Raya mengikuti kegiatan pemanfaatan bunga pekarangan menjadi kerajinan resin untuk mengembangkan kreativitas dan potensi kewirausahaan.

Dalam pelaksanaannya, siswa diarahkan untuk mengenal proses kreatif dalam mengolah tanaman bunga dari lingkungan sekitar rumah atau pekarangan agar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari produk kerajinan resin. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat bahwa bahan sederhana yang selama ini berada di sekitar mereka dapat dikembangkan menjadi karya yang menarik apabila diolah dengan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan kemampuan seni, keterampilan, serta gagasan kewirausahaan dalam satu proses yang dapat diterapkan secara langsung.

Baca Juga  BPS Kalteng Catat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Capai 2,05 Persen

Anggota kegiatan, Alderina Rosalia, S.T., M.T., turut mendukung pelaksanaan program yang menitikberatkan pada pengembangan kreativitas siswa melalui pemanfaatan bahan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, proses pembuatan kerajinan dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih aktif mengeksplorasi ide dan menghasilkan bentuk produk yang memiliki karakter. “Bahan dari lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan kerajinan, sehingga siswa dapat belajar mengembangkan kreativitas sekaligus keterampilan membuat produk,” ujarnya.

Pemanfaatan tanaman bunga pekarangan dalam kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya melihat potensi lingkungan secara lebih kreatif. Bunga yang tersedia di sekitar rumah tidak hanya dipandang sebagai tanaman penghias halaman, tetapi dapat menjadi bagian dari proses penciptaan produk kerajinan ketika dipadukan dengan teknik pengolahan resin. Dari proses tersebut, siswa memperoleh pengalaman untuk mengembangkan gagasan, menentukan bentuk produk, serta memahami pentingnya ketelitian dalam menghasilkan karya yang layak digunakan atau dikembangkan sebagai produk usaha.

Baca Juga  Kalteng Siapkan Peta Jalan Industri hingga 2045, Hilirisasi SDA Jadi Prioritas Utama

Kegiatan ini juga bertujuan membuka wawasan siswa terhadap peluang pengembangan bisnis kecil setelah mereka menguasai proses kreatif pembuatan kerajinan. Pengalaman membuat produk secara langsung diharapkan dapat menjadi dasar bagi siswa untuk memahami bahwa kreativitas dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, siswa dapat belajar mengenali peluang, mengembangkan produk, serta mempertimbangkan aspek nilai guna maupun nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan.

Kepala SMK Negeri 3 Palangka Raya, Rahmi Kurnia Handayani, M.Pd., menjadi bagian penting dalam dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan keterampilan dan kreativitas siswa di lingkungan sekolah. Program tersebut sejalan dengan upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan praktis yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berbasis kreativitas dan kewirausahaan diharapkan dapat memperkaya pengalaman siswa dalam menghasilkan karya yang bersumber dari potensi lingkungan.

Selain mengasah keterampilan membuat kerajinan, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk membangun keberanian dalam mengembangkan ide dan mencoba berbagai kemungkinan produk. Proses kreatif yang dilakukan secara langsung dapat membantu siswa memahami bahwa sebuah produk membutuhkan tahapan, ketelitian, dan kemampuan untuk mengolah gagasan menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal bagi siswa untuk mengenal proses pengembangan usaha secara sederhana, khususnya dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Baca Juga  Agustiar Sabran Tunggu Informasi Resmi Kecelakaan Helikopter Seruyan

Program pemanfaatan bunga pekarangan menjadi kerajinan resin di SMK Negeri 3 Palangka Raya pada akhirnya tidak hanya berfokus pada pembuatan sebuah karya, tetapi juga pada penguatan kreativitas, keterampilan, dan wawasan kewirausahaan siswa. Pemanfaatan bahan dari lingkungan sekitar menjadi contoh bahwa sumber daya sederhana dapat dikembangkan melalui proses kreatif menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan secara ekonomi. Melalui Program Dosen Pendamping Wirausaha Masyarakat (PDPWM) yang dilaksanakan Tim Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya (FT UPR), kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa sekaligus menumbuhkan kemampuan untuk menciptakan peluang usaha kecil secara mandiri. (RED/Adv)

+ posts