HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Dishut Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla di Kalampangan

26
×

Dishut Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla di Kalampangan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tabat Kalsa, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama karena lokasi kebakaran berada pada kawasan yang didominasi lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar.

“Tim Dalkarhutla dan Pemadaman Darat Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng kembali turun ke lapangan menindaklanjuti kebakaran sebelumnya. Petugas berjibaku memadamkan api, membatasi penjalaran, sekaligus melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining, baru-baru ini.

Penanganan yang dilakukan petugas berhasil memadamkan kebakaran pada lahan sekitar 0,16 hektare. Meski demikian, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara cepat semata karena api berpotensi tetap menjalar melalui lapisan bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah berkurang.

Baca Juga  Karhutla Petuk Ketimpun Berhasil Dipadamkan, Tim Bergerak Cepat

“Area di lokasi didominasi semak belukar, pakis-pakisan, pohon akasia, dan area bekas tebasan. Kondisi tersebut membuat penjalaran api relatif cepat,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemadaman sekaligus memastikan tidak terdapat bara yang kembali menyala, petugas melakukan penyisiran dan pendinginan secara menyeluruh. Sejumlah peralatan dikerahkan, antara lain satu unit mobil pikap, mesin pompa Honda WL, selang hisap, lima rol selang tembak, nozzle spray, serta perangkat komunikasi untuk menunjang koordinasi selama operasi berlangsung.

“Semangat pengendalian karhutla tidak boleh padam. Ketika masih ada potensi api, petugas harus tetap bergerak dan memastikan titik yang sudah ditangani benar-benar aman,” katanya.

Baca Juga  Radar Cuaca Muara Teweh Perkuat Mitigasi Bencana Daerah

Kondisi lapangan yang memiliki vegetasi cukup rapat menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian api. Selain itu, sumber air yang terbatas membuat petugas harus mengoptimalkan ketersediaan air di sekitar lokasi agar proses pemadaman dan pendinginan tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Meski sumber air di lapangan menjadi kendala, petugas tetap berupaya maksimal menggunakan sumber air yang tersedia. Pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 14.14 WIB,” tuturnya.

Agustan mengatakan proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, khususnya di kawasan gambut. Api yang tampak telah padam di permukaan belum tentu sepenuhnya hilang sehingga penyisiran dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali yang dapat memicu penjalaran api ke area lainnya.

Baca Juga  DPRD Barito Utara Dukung Penertiban Praktik Illegal Fishing

“Yang paling penting adalah jangan sampai kita lengah. Api sekecil apa pun harus segera ditangani. Kita ingin Kalteng tetap aman, masyarakat terlindungi, dan kebakaran tidak meluas,” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts