EKONOMI & BISNISHEADLINE

BPS Catat Kapuas Alami Inflasi Tertinggi di Kalimantan Tengah

18
×

BPS Catat Kapuas Alami Inflasi Tertinggi di Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
1FOTO Ist.: Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng.

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Juli 2026 mencapai 4,32 persen. Angka tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87, dengan Kabupaten Kapuas menjadi daerah yang mengalami inflasi tertinggi, sementara Sampit mencatat inflasi terendah di provinsi tersebut.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng mengatakan inflasi tahunan di Kabupaten Kapuas tercatat sebesar 4,78 persen dengan IHK mencapai 114,36. Sementara itu, Sampit mencatat inflasi sebesar 3,58 persen dengan IHK 111,66. Hal tersebut disampaikan Toto, baru-baru ini.

Secara umum, perkembangan inflasi menunjukkan kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran yang dipantau BPS. Kondisi tersebut mencerminkan masih berlangsungnya tekanan harga di berbagai sektor konsumsi masyarakat selama Juli 2026.

Baca Juga  Komisi II DPRD Soroti Transparansi Realisasi Program CSR Perusahaan

“Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 9,57 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 7,12 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,69 persen,” ujar Toto.

Selain tiga kelompok utama tersebut, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami kenaikan sebesar 2,68 persen. Kenaikan ini turut memberikan kontribusi terhadap terbentuknya inflasi tahunan di Kalimantan Tengah.

Baca Juga  Junaidi Soroti Lima Aspirasi Prioritas Masyarakat Saat Reses

Toto menjelaskan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen. Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat sebesar 1,93 persen.

Kelompok pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 1,86 persen. Di sisi lain, kelompok kesehatan mengalami kenaikan 1,79 persen, sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki meningkat sebesar 1,54 persen.

“Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi sebesar 1,37 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan meningkat sebesar 0,37 persen,” kata Toto.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) Kalimantan Tengah pada Juli 2026 sebesar 0,23 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) hingga Juli 2026 mencapai 2,63 persen.

Baca Juga  Faridawaty Harapkan Pembangunan Kalteng Merata Hingga Pelosok

“Perkembangan inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam memantau dinamika harga barang dan jasa di masyarakat,” tandas Toto. (Red/Adv)

+ posts