HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemprov Kalteng Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan dan Pembangunan

15
×

Pemprov Kalteng Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan dan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus mendorong generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.

Pesan ini mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang dirangkaikan dengan Ikrar Bersama Anak Bangsa (IKBAB) Tingkat Kalteng Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (28/10/2026).

Upacara dipimpin Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pemuda yang pada 28 Oktober 1928 menyatukan tekad dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yakni Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda yang telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah bangsa perlu terus dihidupkan di tengah perkembangan zaman. Generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui pendidikan, pengembangan kreativitas, inovasi, serta keterlibatan aktif dalam berbagai bidang pembangunan.

Dalam upacara itu, Agustiar membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun generasi muda berkarakter patriotik, gigih, dan memiliki empati terhadap sesama. Pembentukan karakter menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan sekaligus membawa Indonesia menuju kemajuan.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” demikian sambutan Menpora yang dibacakan Agustiar.

Baca Juga  DK PWI Tegaskan Sanksi Firdaus Bersifat Final dan Mengikat

Pesan itu menggarisbawahi bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan perkembangan teknologi. Kualitas manusia, integritas, semangat kerja, serta kepedulian sosial juga menjadi unsur penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Generasi muda perlu memiliki kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan melalui tindakan konkret. Sikap disiplin, semangat belajar, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus berkarya menjadi bekal dalam menghadapi perubahan. Di tengah persaingan global, pemuda juga perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain memiliki keberanian untuk meraih cita-cita, generasi muda perlu menjaga kepekaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Kemampuan memimpin harus berjalan beriringan dengan kesediaan untuk melayani, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” demikian pesan dalam sambutan Menpora.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang dirangkaikan dengan IKBAB di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan memelihara persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Edy menjelaskan, IKBAB memiliki makna penting sebagai bentuk peneguhan tekad pemuda dan pemudi Kalteng untuk menjaga keutuhan bangsa. Ikrar ini sekaligus mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk bersatu dalam mewujudkan tujuan bersama.

Semangat yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat. Sikap saling menghormati, mengedepankan dialog, dan menghindari tindakan yang memicu perpecahan menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Pastikan Bantuan Rp10 Triliun Tepat Sasaran

Tantangan generasi muda saat ini juga semakin beragam. Perkembangan globalisasi dan digitalisasi membuka kesempatan luas untuk belajar, berinovasi, serta membangun jejaring. Namun, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi dan menjaga etika dalam berkomunikasi.

Ancaman penyalahgunaan narkoba, judi online, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian juga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Generasi muda perlu membentengi diri dengan pengetahuan, lingkungan pergaulan yang positif, serta kesadaran untuk menggunakan media digital secara bertanggung jawab.

Di Kalteng, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari kontribusi pemuda bagi daerah. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), misalnya, memerlukan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, melalui penyebaran informasi yang benar, peningkatan kesadaran lingkungan, dan dukungan terhadap langkah pencegahan.

“Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya dibuktikan lewat kata-kata, tetapi dibuktikan dengan aksi dan karya nyata untuk bersama membangun masa depan Kalimantan Tengah dan Indonesia,” tegas Edy.

Ia turut mengajak para pemuda agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan berani mengambil inisiatif dan menghadirkan gagasan yang bermanfaat. Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, pengembangan usaha kreatif, pemanfaatan teknologi, peningkatan keterampilan, hingga partisipasi dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kehidupan bermasyarakat.

Pemuda juga memiliki posisi penting dalam merawat keberagaman Kalteng yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan pandangan. Perbedaan perlu menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk membangun sekat atau mempertajam perselisihan.

Baca Juga  Penundaan TKA Kalteng 2026 Utamakan Keselamatan Murid

Karena itu, semangat persatuan perlu diiringi dengan sikap toleran, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan bersama. Kolaborasi antara pemerintah, generasi muda, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi berkualitas.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan IKBAB Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan Kalteng dan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter serta memiliki kepedulian sosial. Semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu perlu diteruskan melalui kerja nyata, inovasi, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Melalui momentum ini, Pemprov Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan semangat kebersamaan, nilai-nilai kebangsaan dapat terus terpelihara untuk mewujudkan Kalteng yang berkah, maju, dan bermartabat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (adv)

+ posts