DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Lomba Batik Digital Perkuat Identitas Budaya Barito Utara

12
×

Lomba Batik Digital Perkuat Identitas Budaya Barito Utara

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Jamilah

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jamilah, mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Desain Batik Digital Khas Barito Utara Tahun 2026. Kegiatan yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, di Aula Rumah Jabatan Bupati tersebut dinilai menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ketua TP PKK Barito Utara yang menghadirkan lomba desain batik digital ini,” kata Jamilah, baru-baru ini.

Menurut Jamilah, pemanfaatan teknologi digital dalam perancangan motif batik dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. Perpaduan antara kreativitas dan teknologi dinilai dapat menghasilkan karya baru tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Barito Utara.

Baca Juga  Karhutla Kalteng Masih Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

“Batik bukan hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memuat filosofi, sejarah, dan identitas suatu daerah. Karena itu, pengembangannya harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter budaya yang dimiliki,” ujarnya.

Jamilah menilai kegiatan tersebut juga memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya lokal. Lomba desain batik digital tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan motif dan filosofi daerah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Saya berharap dari lomba ini lahir motif batik khas Barito Utara yang memiliki karakter kuat, mudah dikenali, dan dapat menjadi identitas daerah,” ungkap Jamilah.

Ia berharap desain yang dihasilkan peserta, khususnya karya terbaik, tidak berhenti sebagai hasil perlombaan. Motif terpilih dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat diproduksi secara berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengrajin batik.

Baca Juga  BNN Perkuat Perang Narkoba Hadapi Modus Peredaran Baru

“Desain yang sudah dihasilkan sebaiknya ditindaklanjuti menjadi produk nyata. Dengan begitu, kreativitas masyarakat tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Menurut Jamilah, pengembangan motif batik khas daerah dapat membuka peluang usaha sekaligus memperluas pemasaran produk kreatif masyarakat. Produk tersebut juga berpotensi digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian resmi pemerintah, sekolah, organisasi, hingga kegiatan daerah, sehingga keberadaan motif khas Barito Utara semakin dikenal.

“Kalau motif khas ini dikembangkan secara konsisten, penggunaannya bisa diperluas. Tidak hanya menjadi pakaian, tetapi juga bagian dari identitas daerah dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga  Tajeri Dukung Regulasi Investasi Berpihak Kepada Masyarakat

Jamilah menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar upaya pengembangan batik khas Barito Utara tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, lomba serupa dapat terus digelar dengan melibatkan lebih banyak generasi muda, pelaku ekonomi kreatif, desainer, dan pengrajin sehingga semakin banyak ide baru yang dapat dikembangkan.

“Dengan pengembangan yang berkelanjutan, batik khas Barito Utara diharapkan menjadi produk unggulan yang membanggakan masyarakat,” pungkas Jamilah. (Red/Adv)

+ posts