DPRD KALIMANTAN TENGAH

Lohing Simon Sebut PLTS Jadi Solusi Efektif Percepat Elektrifikasi Desa Terpencil di Kalteng

3
×

Lohing Simon Sebut PLTS Jadi Solusi Efektif Percepat Elektrifikasi Desa Terpencil di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon.

PALANGKA RAYA – Upaya pemerataan akses listrik hingga ke pelosok daerah terus menjadi perhatian DPRD Kalteng.

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, menilai pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau jaringan distribusi listrik.

Menurut Lohing, keberadaan listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah perlu terus mendorong berbagai inovasi dan alternatif penyediaan energi agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan listrik secara merata.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Barito Selatan yang selama ini bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) skala desa.

Tingginya harga solar industri dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan operasional pembangkit tersebut.

Lohing mengatakan, persoalan harga bahan bakar merupakan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga  Raih WTP, DPRD Kalteng Ingatkan Pemprov Tuntaskan Seluruh Rekomendasi BPK

Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh menghambat upaya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, sehingga daerah perlu memaksimalkan potensi sumber energi alternatif yang tersedia.

“Kalau terkait harga BBM, itu tentu menjadi kebijakan pemerintah pusat. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana masyarakat tetap bisa mendapatkan akses listrik yang memadai. Karena itu, pemanfaatan energi alternatif seperti PLTS menjadi salah satu pilihan yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, secara umum tingkat elektrifikasi di Kalteng terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

Berbagai wilayah yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik kini mulai terhubung melalui jaringan PLN maupun sistem pembangkit mandiri yang dibangun sesuai kondisi daerah masing-masing.

Meski demikian, tantangan terbesar saat ini masih berada pada aspek pembangunan jaringan distribusi.

Banyak desa yang berada di kawasan pedalaman, daerah aliran sungai, maupun wilayah dengan akses transportasi terbatas sehingga membutuhkan investasi besar untuk pembangunan jaringan listrik konvensional.

“Kalau tidak salah kemampuan daya listrik yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup, bahkan melebihi kebutuhan. Yang menjadi kendala adalah jaringan distribusinya sehingga belum bisa menjangkau seluruh desa, terutama daerah yang aksesnya sulit,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Akses Digital Tak Hanya Terpusat di Perkotaan

Menurut Lohing, kondisi geografis Kalteng yang luas menjadikan pengembangan energi terbarukan sebagai langkah yang relevan untuk mempercepat pemerataan layanan listrik.

PLTS dinilai memiliki keunggulan karena dapat dibangun secara mandiri di kawasan yang belum terhubung dengan jaringan utama tanpa ketergantungan pada pasokan bahan bakar yang tinggi.

Selain mendukung akses energi, penggunaan tenaga surya juga sejalan dengan upaya pengurangan emisi dan pengembangan energi bersih yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Dengan potensi sinar matahari yang cukup melimpah sepanjang tahun, Kalteng dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan teknologi tersebut secara lebih luas.

Lohing berharap program elektrifikasi yang dijalankan pemerintah bersama PLN dapat terus diperluas agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses listrik.

Baca Juga  Ferry Khaidir Komitmen Kawal Aspirasi Warga, Perbaikan Infrastruktur Jadi Sorotan Utama Reses DPRD Kalteng

Menurutnya, pemerataan energi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah.

Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah dan PLN dalam memperluas jaringan pelayanan listrik hingga ke daerah-daerah terpencil.

Sinergi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat tercapainya target elektrifikasi secara menyeluruh.

“Yang paling penting adalah kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kita mendukung setiap langkah yang bertujuan memperluas akses listrik, baik melalui jaringan PLN maupun melalui pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya,” pungkasnya. (adv)​

+ posts