DPRD KALIMANTAN TENGAH

Komisi III DPRD Kalteng Nilai RS Tipe B di DAS Barito Jadi Kebutuhan Mendesak

17
×

Komisi III DPRD Kalteng Nilai RS Tipe B di DAS Barito Jadi Kebutuhan Mendesak

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan.

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mendorong pemerataan pembangunan sektor kesehatan melalui rencana pembangunan rumah sakit tipe B di wilayah Kalteng bagian timur, khususnya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut dinilai menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah penduduk dan tingginya kebutuhan layanan kesehatan rujukan di wilayah tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan, mengatakan bahwa hingga saat ini fasilitas kesehatan rujukan milik Pemprov masih terpusat di beberapa wilayah tertentu.

Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di kawasan timur harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, terutama layanan spesialis dan penanganan kasus-kasus medis yang membutuhkan fasilitas memadai.

Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah agar seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan berkualitas tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan fasilitas.

Baca Juga  Komisi II DPRD Kalteng Minta Distribusi BBM Lebih Merata, Warga Pinggiran Jangan Dibebani Harga Tinggi

“Kalteng bagian tengah sudah ada Rumah Sakit Doris Sylvanus, wilayah barat juga sudah memiliki rumah sakit rujukan. Sementara wilayah timur, khususnya DAS Barito, memang belum ada rumah sakit tipe B yang setara dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara optimal,” ujar Tomy, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, rumah sakit tipe B memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena mampu menyediakan berbagai layanan spesialis dan subspesialis yang menjadi rujukan dari rumah sakit tingkat kabupaten.

Dengan adanya fasilitas tersebut di DAS Barito, masyarakat tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada rumah sakit rujukan di Palangka Raya.

Tomy menilai, selama ini RSUD Doris Sylvanus menjadi tumpuan utama bagi pasien rujukan dari berbagai daerah di Kalteng.

Akibatnya, beban pelayanan di rumah sakit tersebut terus meningkat dan berpotensi memengaruhi efektivitas pelayanan apabila tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas kesehatan rujukan di wilayah lain.

Baca Juga  Penggabungan OPD Perlu Dikaji Matang demi Efisiensi dan Pelayanan yang Lebih Optimal

“Kita maksimalkan dengan adanya rumah sakit daerah yang menjadi kewenangan provinsi. Memang harus ada, karena rujukan-rujukan penting itu saat ini banyak terpusat di Rumah Sakit Doris Sylvanus. Bahkan di sana sudah membludak menerima pasien dari berbagai daerah, termasuk dari Kalteng bagian timur yakni DAS Barito,” tegasnya.

Meski demikian, Tomy mengingatkan bahwa pembangunan rumah sakit tipe B memerlukan perencanaan yang matang, termasuk kesiapan anggaran, sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan yang kompeten.

Oleh sebab itu, ia mendorong Pemprov untuk melakukan kajian secara menyeluruh guna memastikan pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Saya rasa perlu, namun tentu kita juga harus melihat kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai pembangunan rumah sakit tipe B di kawasan DAS Barito tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat pemerataan pembangunan antarwilayah.

Baca Juga  Raih WTP, DPRD Kalteng Ingatkan Pemprov Tuntaskan Seluruh Rekomendasi BPK

Kehadiran rumah sakit rujukan yang representatif di wilayah timur diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien, mengurangi biaya transportasi berobat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

DPRD Kalteng berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, sehingga pelayanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalteng tanpa terkecuali. (adv)​

+ posts