HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemerintah Targetkan Karhutla Palangka Raya Tuntas Dalam Dua Pekan

19
×

Pemerintah Targetkan Karhutla Palangka Raya Tuntas Dalam Dua Pekan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dengan mengerahkan 175 regu pemadam gabungan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian titik-titik kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru. Penanganan ini ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua pekan melalui pengerahan personel, optimalisasi peralatan pemadaman, serta pemanfaatan sumber air yang tersedia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi penanganan karhutla dalam rangka evaluasi penanggulangan kebakaran pada Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah, di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). “Untuk wilayah Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat. Seluruh komponen kita kerahkan melalui semangat gotong royong, dengan dukungan pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta asosiasi perusahaan perkebunan dan kehutanan,” ujar Hanif, baru-baru ini.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah memusatkan penanganan pada dua kawasan yang menjadi sasaran prioritas, yakni Jalan Talawang Raya dengan luas sekitar 360 hektare dan kawasan Bulu Merindu sekitar 320 hektare. Pengerahan personel dan peralatan dilakukan secara terkoordinasi agar proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif, termasuk penanganan lahan yang telah terbakar melalui pembasahan untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api.

Baca Juga  Program BERKAH BI Kalteng Satukan Literasi Syariah dan Kepedulian Sosial

Hanif menjelaskan, strategi pengendalian karhutla akan diperkuat dengan membentuk 36 kelompok kerja yang pembagiannya disesuaikan berdasarkan sebaran titik kebakaran dan keberadaan sumber air di lapangan. Pemerintah juga mengoptimalkan fasilitas pompa air yang telah dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah, termasuk pemanfaatan air permukaan untuk mendukung kegiatan pemadaman. “Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air,” tegasnya.

Menurut Hanif, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan turunnya hujan, tetapi membutuhkan langkah aktif, intensif, dan berkelanjutan hingga seluruh titik kebakaran benar-benar terkendali. Selain di Kota Palangka Raya, upaya serupa juga dilakukan secara bersamaan di Kabupaten Pulang Pisau dengan pengerahan kekuatan tambahan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, barisan pemadam kebakaran, serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Farid Wajdi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan karhutla. Ia menilai dukungan lintas sektor sangat diperlukan karena ancaman kebakaran masih berpotensi terjadi meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan pola normal diperkirakan baru terjadi pada akhir November 2026, sementara kondisi El Nino masih berlangsung. “Jangan sampai kondisi saat ini membuat kita lengah. Kita masih memiliki waktu sekitar 30 hari untuk terus berjuang bersama. Hindari saling menyalahkan, mari kita ambil air, padamkan api, dan jangan sampai muncul titik api baru,” kata Farid.

Baca Juga  Festival Tunas Bahasa Ibu Barsel Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah

Farid juga mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat memberikan perhatian khusus terhadap kawasan yang berdekatan dengan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Penanganan di wilayah tersebut perlu dilakukan secara intensif karena asap akibat kebakaran hutan dan lahan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun kelancaran transportasi udara. Oleh karena itu, upaya pemadaman dan pembasahan lahan harus terus dilakukan untuk menekan risiko penyebaran asap serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

Hanif menambahkan, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir sebagian merupakan hasil pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, intensitas hujan tersebut masih bersifat sporadis dengan kandungan uap air yang terbatas sehingga belum dapat dijadikan andalan untuk mengakhiri kebakaran. Kondisi ini membuat pengerahan tenaga lapangan, ketersediaan sumber air, serta optimalisasi mesin pompa tetap menjadi kebutuhan utama dalam upaya pengendalian karhutla.

Baca Juga  SMAN 5 Muara Teweh Dapat Bantuan Papan Interaktif Digital, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak El Nino pada sektor pangan, khususnya produksi beras nasional. Penguatan sistem irigasi dan pengawalan terhadap provinsi sentra produksi padi terus dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian. Pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per keluarga penerima manfaat, dengan total alokasi hampir satu juta ton untuk sekitar 33,2 juta penerima. Selain itu, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilaksanakan guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga beras.

Dengan melibatkan 175 regu pemadam, pembentukan 36 kelompok kerja, serta optimalisasi sarana dan sumber air, pemerintah menargetkan penanganan karhutla di Palangka Raya dapat dituntaskan dalam dua pekan. Sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting untuk memastikan pemadaman berjalan berkelanjutan, mencegah kemunculan titik api baru, melindungi masyarakat dari dampak asap, serta menjaga kawasan strategis dan lingkungan di Kalimantan Tengah. (Red/Adv)

+ posts