DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Waspada Kabut Asap, Naruk Saritani Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

14
×

Waspada Kabut Asap, Naruk Saritani Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani.

MUARA TEWEH – Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat Barito Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap yang mulai muncul di sejumlah wilayah. Kondisi udara yang kurang baik dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara. Kabut asap yang membawa partikel halus dapat terhirup saat warga beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi memicu keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kami sangat meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak dan wajib memakai masker saat harus bepergian. Partikel kabut asap ini sangat halus dan berbahaya bagi paru-paru, sehingga perlindungan diri dari luar harus benar-benar kita jaga,” tegas Naruk Saritani, Senin (10/8/2026).

Baca Juga  Karhutla Berlangsung, Faridawaty Minta Warga Jaga Kesehatan

Ia menyampaikan, penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan langsung ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Warga juga disarankan memilih waktu dan tempat yang relatif aman untuk melakukan kegiatan di luar ruangan, terutama ketika kondisi asap semakin pekat.

Selain mengurangi paparan dari luar, Naruk mengajak masyarakat menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi air putih yang cukup, makanan bergizi, buah dan sayuran, serta istirahat yang memadai perlu diperhatikan agar kondisi tubuh tetap prima selama musim kemarau.

Baca Juga  Agustiar Sabran Lepas 506 Pramuka Kalteng Menuju Jamnas XII di Cibubur

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat asma dan gangguan pernapasan.

Keluarga diminta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk yang tidak kunjung reda, nyeri dada, atau keluhan lain yang mengarah pada gangguan pernapasan.

Naruk juga mendorong pemerintah melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan di setiap kecamatan untuk memperkuat kesiapsiagaan. Ketersediaan obat, tenaga medis, serta pelayanan bagi masyarakat yang mengalami dampak kabut asap perlu dipastikan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga  Jamnas XII Jadi Panggung Generasi Muda Barito Utara Ukir Pengalaman Nasional

“Puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan harus siap siaga penuh melayani masyarakat. Jangan sampai ada kendala stok obat atau penanganan medis ketika warga membutuhkan pertolongan akibat gangguan pernapasan,” pungkasnya. (adv)​

+ posts