HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Puncak Kemarau, BPB-PK Kalteng Intensifkan Patroli Udara dan Darat Cegah Karhutla

16
×

Puncak Kemarau, BPB-PK Kalteng Intensifkan Patroli Udara dan Darat Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Memasuki puncak musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng menunjukkan tren peningkatan. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng mengintensifkan patroli udara dan patroli darat di sejumlah wilayah rawan, Rabu (22/7/2026).

Langkah deteksi dini ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempertahankan target Kalteng Bebas Kabut Asap 2026, seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) dan kejadian kebakaran yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Kalteng per Selasa (21/7/2026), terdapat 117 hotspot yang tersebar di berbagai daerah. Pada periode yang sama, tercatat 30 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 27,09 hektare.

Kapuas menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 22 titik. Selanjutnya Lamandau 21 titik, Pulang Pisau 17 titik, Sukamara 15 titik, Kotawaringin Timur 10 titik, Barito Selatan 8 titik, Gunung Mas 6 titik, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Palangka Raya masing-masing 5 titik, Barito Utara 2 titik, serta Katingan 1 titik. Sementara Murung Raya dan Barito Timur tidak terpantau adanya titik panas.

Baca Juga  Pencegahan Bullying Harus Dimulai dari Rumah, Henny Rosgiaty: Orang Tua Jangan Lepas Tangan

Dari sisi kejadian karhutla, Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 12 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 7,09 hektare. Kotawaringin Timur mencatat 4 kejadian seluas 5,25 hektare, Barito Selatan 3 kejadian seluas 7,03 hektare, Murung Raya 3 kejadian seluas 1,26 hektare, sedangkan Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Sukamara masing-masing mengalami 2 kejadian. Adapun Barito Utara dan Lamandau masing-masing tercatat 1 kejadian.

Untuk mendukung pengendalian karhutla, BPB-PK Kalteng mengerahkan empat unit helikopter yang digunakan dalam patroli udara di kawasan rawan kebakaran.

Selain itu, sebanyak 238 personel gabungan dari BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya diterjunkan untuk patroli darat dan penanganan di lapangan.

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan patroli terpadu terus diperkuat guna meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mempercepat respons terhadap potensi kebakaran.

“Patroli terpadu kami lakukan setiap hari untuk memantau wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran. Begitu ditemukan hotspot atau indikasi titik api, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan agar api tidak meluas,” ujarnya.

Baca Juga  PWI Kalimantan Tengah Tempuh Jalur Hukum Jaga Martabat Profesi Wartawan Bersama

Ia menambahkan, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menekan dampak karhutla. Semakin cepat titik api ditemukan, semakin besar peluang kebakaran dapat dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

BPB-PK Kalteng juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan gambut dan daerah rawan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif dalam menghadapi musim kemarau,” kata Ahmad Toyib.

Secara akumulatif, BPB-PK Kalteng mencatat sejak 1 Januari hingga 19 Juli 2026 terdapat 2.844 hotspot di Bumi Tambun Bungai dengan total 563 kejadian kebakaran. Data Pusdalops PB Kalteng menunjukkan luas lahan yang terbakar berdasarkan laporan lapangan mencapai 852,58 hektare.

Namun, hasil verifikasi berlapis melalui citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS yang dipadukan dengan data hotspot serta hasil groundcheck Manggala Agni menunjukkan luasan area terdampak kebakaran telah mencapai 3.069,52 hektare.

Baca Juga  FMIPA UPR dan FMIPA ITB Sepakati Kerja Sama Strategis Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

Ahmad Toyib menjelaskan, peningkatan kejadian karhutla dipengaruhi kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng. Tantangan geografis dan cepatnya rambatan api di lahan kering masih menjadi kendala utama dalam penanganan di lapangan.

“Sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juli, konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kotawaringin Timur dengan 401 titik, disusul Lamandau 374 titik, Kapuas 365 titik, dan Katingan 356 titik. Seluruh satgas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, diinstruksikan mempertahankan status siaga penuh demi mengamankan visi Kalteng Bebas Kabut Asap 2026,” tutupnya. (adv)​

+ posts