DPRD KALIMANTAN TENGAH

Jelang Lebaran, DPRD Ingatkan Warga Kalteng Tingkatkan Kewaspadaan Rumah Kosong

56
×

Jelang Lebaran, DPRD Ingatkan Warga Kalteng Tingkatkan Kewaspadaan Rumah Kosong

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan rumah kosong menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Ia menyampaikan, tradisi mudik yang dilakukan masyarakat setiap menjelang Lebaran sering kali menyebabkan banyak rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong.

Situasi tersebut, menurutnya, kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pencurian.

“Menjelang dan selama libur Lebaran biasanya banyak warga yang bepergian ke luar daerah untuk mudik atau berlibur. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang mengincar rumah-rumah kosong,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Oleh sebab itu, Yohannes mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar.

Ia menilai, peran aktif warga dalam menjaga lingkungan sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminal.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan meminta bantuan tetangga atau kerabat yang tidak mudik untuk ikut mengawasi rumah yang ditinggalkan.

Dengan adanya pengawasan dari lingkungan sekitar, potensi terjadinya kejahatan dapat diminimalkan.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan seluruh pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik sebelum meninggalkan rumah.

Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga sebaiknya dimatikan guna menghindari potensi bahaya lain seperti korsleting listrik.

Yohannes juga mendorong masyarakat memanfaatkan perangkat keamanan tambahan seperti kamera pengawas (CCTV) atau sistem keamanan rumah lainnya jika tersedia, sebagai upaya meningkatkan perlindungan terhadap hunian yang ditinggalkan.

Di sisi lain, ia turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi melalui media sosial, khususnya terkait rencana mudik atau perjalanan yang dapat diketahui oleh banyak orang.

“Hal-hal sederhana seperti tidak mengumumkan jadwal mudik secara terbuka di media sosial juga penting untuk diperhatikan, karena informasi tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (dd)​

+ posts