EKONOMI & BISNISHEADLINE

Penyaluran Kredit Kalteng Tertinggi Melalui Sektor Pertanian

317
×

Penyaluran Kredit Kalteng Tertinggi Melalui Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Penyaluran kredit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih didominasi sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan total mencapai Rp14,83 triliun.

Sektor pemilikan peralatan rumah tangga tercatat di posisi berikutnya dengan Rp14,22 triliun, perdagangan besar dan eceran Rp9,55 triliun, pemilikan rumah tinggal Rp5,57 triliun, serta industri pengolahan Rp1,12 triliun.

“Dari sisi jenis penggunaan, kredit konsumtif naik 6,93 persen secara tahunan (y-on-y), yakni Rp20,21 triliun per Juni 2025 dibanding Rp18,90 triliun pada Juni 2024,” kata Primandanu pada kegiatan Media Update Triwulan III 2025, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga  Perkuat Akses Modal dan Sistem Terintegrasi, DPRD Optimistis Peternakan Kalteng Kian Kompetitif

Ia menuturkan, kredit modal kerja turut mencatatkan kenaikan sebesar 10,60 persen (y-on-y), mencapai Rp17,7 triliun pada Juni 2025 dari sebelumnya Rp16,03 triliun pada Juni 2024.

Namun, kredit investasi justru melemah dengan kontraksi tipis -0,60 persen (y-on-y), yakni Rp13,27 triliun pada Juni 2025 dibanding Rp13,35 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga  DPD RI Datangi OJK Kalteng, Soroti Kemudahan Pembiayaan UMKM

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pola permintaan masyarakat lebih banyak diarahkan pada kebutuhan konsumtif dan usaha produktif dibanding investasi jangka panjang.

Selain itu, data juga mengungkapkan bahwa penyaluran kredit non-UMKM masih mendominasi porsi terbesar dengan 64,01 persen atau senilai Rp32,77 triliun.

Sedangkan kredit mikro tercatat 17,09 persen atau Rp8,75 triliun, usaha kecil 12,47 persen atau Rp6,39 triliun, dan usaha menengah 6,43 persen atau Rp3,29 triliun.

Baca Juga  RKPD 2027 Kalteng Difokuskan pada Pertumbuhan Berkualitas dan Penguatan Tata Kelola

Hal ini disebut sebagai tantangan untuk mendorong lebih banyak kredit agar menyasar ke sektor UMKM yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Pertumbuhan kredit akan lebih berkualitas apabila sejalan dengan peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan,” pungkas Primandanu. (Red/Via)