HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Agustiar Sabran Tekankan Akhlak Rasulullah dan Persatuan dalam Hadapi Karhutla di Kalteng

11
×

Agustiar Sabran Tekankan Akhlak Rasulullah dan Persatuan dalam Hadapi Karhutla di Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, membentuk karakter generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya dikenang melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menghadiri Peringatan Maulid Rasul sekaligus Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin di Jalan Talawang Raya, Palangka Raya, Minggu (27/9/2026).

Dalam sambutannya, Agustiar mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin, pendidik, dan motivator yang memiliki keteladanan luar biasa. Empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan kebenaran), menjadi nilai dasar yang penting ditanamkan dalam diri generasi penerus.

Ia secara khusus mengajak para santri Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan.

Para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan pemahaman agama, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Nilai-nilai inilah yang harus tertanam kuat di dalam dada anak-anakku para santri Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin. Masa depan Kalteng ada di tangan generasi muda,” ujar Agustiar.

Baca Juga  Masih banyak Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap, DPRD Kalteng Dorong Pemerataan Infrastruktur

Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan daerah. Pendidikan yang disertai penanaman nilai keagamaan dan moral diharapkan dapat melahirkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan serta berkontribusi dalam pembangunan Kalteng.

Pada kesempatan itu, Agustiar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin yang telah menjalani perjalanan pendidikan dan pembinaan keagamaan hingga memasuki usia ke-2 tahun.

Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang dan berperan dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat pengabdian.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Agustiar turut mengajak jemaah untuk memperluas makna keteladanan Rasulullah SAW melalui kepedulian terhadap lingkungan. Ajakan itu disampaikan di tengah kondisi Kalteng yang sedang menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia mengingatkan bahwa ajaran Islam mengandung pesan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil alamin. Nilai tersebut dapat diwujudkan dengan menjaga kelestarian lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan alam.

Baca Juga  UPR Terapkan Dialog Partisipatif Cegah Stunting di Desa Tuwung

Agustiar menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani Karhutla.

Upaya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui peningkatan kewaspadaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Selain itu, warga diharapkan turut membantu petugas dan relawan yang bekerja di lapangan sesuai kemampuan masing-masing, sehingga penanganan Karhutla dapat berjalan dengan dukungan bersama.

Di tengah kondisi cuaca kering yang turut meningkatkan risiko kebakaran, Agustiar juga mengajak jemaah memperbanyak doa dan istigfar agar Allah SWT menurunkan hujan secara merata di wilayah Kalteng.

Meski demikian, doa dan ikhtiar spiritual tetap perlu disertai langkah nyata melalui berbagai upaya penanganan yang dilakukan pemerintah bersama Tim Satgas Karhutla.

Gubernur menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan.

Ia berharap masyarakat tidak terpecah belah dan terus memperkuat kerja sama untuk menghadapi tantangan yang sedang terjadi.

“Kalau kita tercerai berai, kita tidak akan kuat. Tapi, kalau kita bersatu, kita akan kuat,” pungkas Agustiar.

Baca Juga  Agustiar Sabran Pastikan Bantuan Tepat Sasaran di Kapuas

Sementara itu, Al Habib Syafiq Bin Ali Ridho BSA dalam ceramahnya turut mengajak jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk merenungkan kembali keteladanan Rasulullah SAW.

Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk benar-benar menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui peringatan Maulid Rasul dan milad pesantren ini, diharapkan nilai-nilai keislaman semakin tertanam dalam kehidupan para santri dan masyarakat.

Semangat meneladani akhlak Rasulullah juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta memperkuat kesadaran bersama dalam melestarikan lingkungan di Kalteng. (adv)​

+ posts