DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Multiyears Barito Utara 2026-2029 Sasar Jalan hingga Waterfront City

69
×

Multiyears Barito Utara 2026-2029 Sasar Jalan hingga Waterfront City

Sebarkan artikel ini

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama DPRD setempat menetapkan skema pembangunan tahun jamak atau multiyears 2026–2029 yang cakupannya tidak hanya berfokus pada pembangunan tiga jembatan strategis, tetapi juga sejumlah program infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat. Kesepakatan tersebut mencakup peningkatan serta pelebaran jalan, penyediaan air minum, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan Waterfront City.

“Kesepakatan ini memberikan kepastian arah, target, sasaran, dan tahapan penyelesaian kegiatan pembangunan yang memang tidak dapat dilaksanakan atau diselesaikan dalam satu tahun anggaran,” ujar Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiyono, saat membacakan Rancangan Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak dalam Rapat Paripurna III DPRD Barito Utara, baru-baru ini.

Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak 2026–2029 tersebut ditandatangani dalam rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang DPRD Barito Utara. Skema penganggaran ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan tahapan pelaksanaan sejumlah pekerjaan secara berkelanjutan hingga 2029, sehingga program yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Hotspot Karhutla Kalteng Naik, Pulang Pisau Tertinggi

“Dengan adanya tahapan anggaran yang ditetapkan setiap tahun, proses pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan dapat lebih terarah serta memudahkan pengawasan dan evaluasi,” jelas Sudiyono.

Sejumlah proyek jalan masuk dalam skema tersebut, di antaranya peningkatan Jalan KM 34–SP Mampuak dengan alokasi Rp15,225 miliar pada 2026, Rp40,475 miliar pada 2027, Rp40,6 miliar pada 2028, dan Rp5,2 miliar pada 2029. Selain itu, peningkatan Jalan SP Mampuak–SP Benangin dialokasikan Rp14,775 miliar pada 2026, Rp39,275 miliar pada 2027, Rp39,4 miliar pada 2028, dan Rp5,05 miliar pada 2029.

“Pembangunan tahun jamak ini juga mencakup pelebaran Jalan dalam Kota Muara Teweh dengan alokasi Rp12,66 miliar pada 2026, Rp33,61 miliar pada 2027, Rp33,76 miliar pada 2028, dan Rp4,37 miliar pada 2029,” kata Sudiyono.

Baca Juga  Perluasan Water Front City Diharapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Muara Teweh, DPRD Minta Proses Libatkan Masyarakat

Selain pekerjaan pelebaran jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan kembali sebagai dampak pelebaran Jalan Kota Muara Teweh. Program tersebut dialokasikan sebesar Rp10,62 miliar pada 2026, Rp24,78 miliar pada 2027, Rp28,32 miliar pada 2028, dan Rp7,08 miliar pada 2029. Penganggaran secara bertahap diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan sekaligus memberikan kepastian terhadap pembiayaan kegiatan.

“Di samping pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi bagian dari skema multiyears, termasuk penyediaan air minum dengan anggaran Rp7,5 miliar pada 2026, Rp17,5 miliar pada 2027, Rp20 miliar pada 2028, dan Rp5 miliar pada 2029,” ungkap Sudiyono.

Skema yang sama turut mencakup penataan kawasan kumuh, pelebaran jalan kawasan, serta pembangunan Waterfront City. Ketiga program tersebut masing-masing mendapatkan alokasi anggaran Rp7,5 miliar pada 2026, Rp17,5 miliar pada 2027, Rp20 miliar pada 2028, dan Rp5 miliar pada 2029. Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tahun jamak diarahkan tidak hanya pada konektivitas wilayah, tetapi juga peningkatan kualitas lingkungan dan fasilitas dasar perkotaan.

Baca Juga  Kunjungi Kalteng, Wapres Gibran Pantau Penanganan Karhutla

“Nota kesepakatan ini menjadi dasar untuk memastikan sumber pembiayaan kegiatan yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan berkesinambungan sesuai tahapan yang disepakati. Harapannya, seluruh pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Barito Utara,” tandas Sudiyono. (Red/Adv)

+ posts