HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Penguatan Sistem Informasi Air Terpadu Jadi Fokus TKPSDA Kalteng

9
×

Penguatan Sistem Informasi Air Terpadu Jadi Fokus TKPSDA Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pengelolaan sumber daya air yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Mentaya-Katingan dan WS Jelai-Kendawangan mengesahkan matriks tindak lanjut Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi (PSIH3) dalam Sidang Pleno III Tahun 2026.

Pengesahan matriks berlangsung dalam sidang pleno yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Bapperida Kalteng, Selasa (4/8/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng sekaligus Ketua TKPSDA WS Mentaya-Katingan dan WS Jelai-Kendawangan, Syahfiri.

Dalam arahannya, Syahfiri menekankan bahwa pengelolaan informasi hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antarlembaga agar data yang dihasilkan memiliki akurasi tinggi, mudah diakses, serta mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Baca Juga  NADI JKN Permudah Peserta Jaga Keaktifan Program Jaminan Kesehatan

Ia menjelaskan, Pemprov Kalteng telah memiliki Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 32 Tahun 2024 tentang Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi (SIH3). Regulasi itu menjadi acuan bagi pemerintah pusat di daerah, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengelolaan data H3 yang terpadu.

Untuk mendukung implementasi regulasi itu, matriks pengelolaan SIH3 disusun sebagai pedoman pelaksanaan program sekaligus alat pemantauan terhadap capaian setiap instansi yang terlibat di wilayah sungai.

Baca Juga  Dishut Kalteng Perketat Pencegahan Karhutla di Sejumlah Wilayah

“Saya mengajak seluruh anggota dan pihak terkait untuk bekerja sama serta berkolaborasi secara proaktif dan konstruktif. Sinergi dan koordinasi antarinstansi maupun antarwilayah perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Syahfiri.

Selain mengesahkan matriks, sidang pleno turut mengevaluasi hasil kerja Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan SIH3 yang sebelumnya menyusun draf melalui rapat pada 3 Agustus 2026. Hasil pembahasan menjadi dasar penyempurnaan dokumen agar implementasinya dapat berjalan efektif di WS Mentaya-Katingan maupun WS Jelai-Kendawangan.

Keberadaan matriks PSIH3 diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas pengelola data hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi, serta mendorong pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Baca Juga  OJK Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat Tahun Ini

Dengan sistem informasi yang semakin terintegrasi, pengambilan keputusan di bidang sumber daya air dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berbasis data sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng. (adv)​

+ posts