HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Pemko Salurkan Bantuan Beras dan GPM di Panarung

216
×

Pemko Salurkan Bantuan Beras dan GPM di Panarung

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Lurah Panarung, Evi Kahayanti.

PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat dengan meluncurkan Program Bantuan Pangan Beras 2025 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Panarung, Senin (14/7/2025).

Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Lurah Panarung, Evi Kahayanti, menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat dan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap warganya. Ia juga merasa bangga wilayahnya dipilih menjadi lokasi peluncuran.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah Ramadan untuk Mahasiswa, Gubernur Bagikan 3.000 Paket Sembako Gratis

“Ini bentuk perhatian nyata kepada masyarakat, dan sangat membantu warga kami yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebanyak 238 Kepala Keluarga di Panarung mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras untuk alokasi dua bulan. Sementara itu, GPM menyediakan bahan pangan murah untuk masyarakat umum.

Program GPM menghadirkan berbagai produk seperti telur, minyak goreng, dan gula dengan harga miring. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya terjangkau.

Baca Juga  Penerbangan Perdana Wings Air Palangka Raya–Pangkalan Bun Resmi Dibuka

Evi menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga harus dibangun melalui partisipasi aktif masyarakat dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang menyasar lebih banyak warga dan disertai pembinaan ekonomi skala kecil dan rumah tangga.

Baca Juga  BI Kalteng Ingatkan Masyarakat Tukar Uang Hanya di Layanan Resmi Jelang Idulfitri

Program ini sekaligus menjadi sarana memperkuat interaksi dan kerja sama antara pemerintah, kelurahan, dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan.

“Terpenting bukan hanya bantuan, tapi bagaimana membangun partisipasi dan kesadaran warga dalam menjaga ketahanan pangan,” tandas Evi. (Red/Adv)