HEADLINEPEMKAB BARITO SELATANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Festival Tunas Bahasa Ibu Barsel Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah

19
×

Festival Tunas Bahasa Ibu Barsel Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri bersama Bunda Literasi Permana Sari dan peserta Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026.

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan, Kamis (29/10/2026), dihadiri Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri. Festival ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah kepada generasi muda sejak usia sekolah.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Barito Selatan sekaligus Bunda Literasi dan Bunda PAUD Kabupaten Barito Selatan, Permana Sari. Festival dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Oktober 2026, dengan melibatkan peserta dari jenjang SD dan SMP sederajat se-Kabupaten Barito Selatan. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan berbahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Dalam sambutannya, Permana Sari menjelaskan bahwa pelestarian bahasa daerah memiliki landasan kebijakan yang jelas. Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007 tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Susun Ranperda RPPLH Berbasis Kajian Ilmiah

Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut perlu dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat agar pelestarian bahasa ibu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menyimpan sejarah, adat istiadat, nilai-nilai luhur, dan identitas masyarakat. Oleh karena itu, upaya menjaga bahasa daerah membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat secara bersama-sama.

“Dengan adanya peraturan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Tunas Bahasa Ibu dapat memiliki pemahaman yang seragam dan dapat melestarikan warisan bahasa ibu yang merupakan warisan sangat berharga. Dari sini kita bisa mengenal sejarah, adat istiadat, nilai-nilai luhur, serta identitas masyarakat kita,” kata Permana Sari, Kamis (29/10/2026).

Ia menegaskan, salah satu tujuan utama festival tersebut adalah meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya bahasa daerah agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Perubahan pola komunikasi dan kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan bahasa ibu. Karena itu, pengenalan bahasa daerah melalui kegiatan pendidikan dan kebudayaan dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap warisan leluhur.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Perkuat Garda Terdepan Cegah Karhutla, 16 Kelurahan di Palangka Raya Terima Bantuan

Festival Tunas Bahasa Ibu juga diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap bahasa daerahnya. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh pengalaman dalam mengenal serta menggunakan bahasa daerah, sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran tersebut diharapkan tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi berlanjut dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Mari kita jadikan Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai wadah untuk menumbuhkembangkan rasa bangga terhadap bahasa daerah. Dengan mencintai bahasa ibu, kita turut menjaga kekayaan budaya yang dapat memperkuat identitas bangsa,” ujar Permana Sari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan Manat Simanjuntak beserta jajaran, dewan juri, panitia penyelenggara, guru pendamping, peserta lomba, dan tamu undangan lainnya. Keterlibatan unsur pendidikan dan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun dukungan terhadap pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Tingkatkan Kompetensi SDM untuk Pemerintahan Digital

Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap kecintaan terhadap bahasa daerah semakin tumbuh di kalangan pelajar. Pelestarian bahasa ibu membutuhkan komitmen bersama agar warisan budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan menjadikan bahasa daerah sebagai bagian dari pendidikan dan keseharian, kekayaan budaya lokal diharapkan terus terjaga sekaligus memperkuat identitas masyarakat dan bangsa. (Red/Adv)

+ posts