AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKAB KOTAWARINGIN BARATPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Mahasiswa Antakusuma Diperkuat Pengetahuan Investasi Legal

8
×

Mahasiswa Antakusuma Diperkuat Pengetahuan Investasi Legal

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: OJK dan BEI Kalimantan Tengah menggelar Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah memperluas edukasi pasar modal melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan yang digelar pada 23 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026. Program ini mengintegrasikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi investasi sekaligus penambahan Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai instrumen pasar modal, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme, manfaat, serta risiko investasi. Edukasi tersebut menjadi penting agar keputusan investasi dilakukan secara cermat dan berdasarkan pemahaman yang memadai.

Perkembangan jumlah investor di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan. Jumlah investor tercatat sebanyak 118.611 orang pada Juli 2025 dan meningkat menjadi 264.721 orang pada Juli 2026. Kabupaten Kotawaringin Barat menyumbang 31.467 investor atau sekitar 11,87 persen dari total investor Kalimantan Tengah dan menempati posisi ketiga setelah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.

Seiring pertumbuhan jumlah investor, nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah juga meningkat dari Rp0,12 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp0,18 triliun pada Juli 2026. Sepanjang 2026, OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas telah melaksanakan sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi. Rangkaian tersebut menghasilkan 816 SID baru.

Baca Juga  Dua Tahun Hilang Misterius, Suami Akhirnya Akui Bunuh Istri dan Sembunyikan Jasad

Rektor Universitas Antakusuma, Fatchurahman, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan investasi. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab, Rabu (23/9/2026).

“Kami berharap kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan OJK dan BEI ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi,” terang Fatchurahman.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan peningkatan jumlah investor perlu disertai pemahaman yang memadai. Menurut dia, masyarakat perlu memanfaatkan pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab dengan memahami tujuan serta proses investasi.

Baca Juga  Tani Merdeka dan APPSI Salurkan Bantuan untuk Warga Karhutla

“Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Investasi adalah bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang disiplin dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan. Semakin dini kita mulai memahami dan merencanakan investasi dengan bijak, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun fondasi keuangan menuju masa depan yang ingin dicapai,” terang Primandanu.

Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alfa Husain, mengapresiasi edukasi pasar modal bagi mahasiswa. Ia menilai peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Peningkatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan, memahami risiko investasi, dan menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan,” terang Alfa.

Materi kegiatan disampaikan sejumlah narasumber. Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, membahas pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan. Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan edukasi mengenai pasar modal dan berbagai instrumen investasi.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Distribusikan 86.200 Liter Air Bersih

Sementara itu, perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah memperkenalkan aplikasi perdagangan saham secara daring serta dasar-dasar analisis saham sebagai bekal awal bagi calon investor. Peserta juga mengikuti diskusi interaktif mengenai strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, dan cara mengenali ciri-ciri investasi ilegal.

Kolaborasi OJK Kalteng, BEI Kalteng, perusahaan sekuritas, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada generasi muda. Peningkatan jumlah investor tersebut diiringi penguatan literasi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk investasi, tetapi juga memahami karakteristik dan risikonya.

Dengan edukasi yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang terencana serta mengambil keputusan investasi secara cermat, legal, dan sesuai dengan profil risiko. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem pasar modal yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Red/Adv)

+ posts