HEADLINEPEMKAB KOTAWARINGIN TIMURPEMKAB SERUYANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Gubernur Agustiar Bawa Bantuan untuk Warga Talawang, 847 KPM Terima BLT KHBS

10
×

Gubernur Agustiar Bawa Bantuan untuk Warga Talawang, 847 KPM Terima BLT KHBS

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Ia turun langsung menemui warga di Kecamatan Talawang, Kotawaringin Timur, Minggu (4/10/2026), sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kabut asap.

Kunjungan itu menjadi bagian dari langkah Pemprov dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.

Selain melihat kondisi lapangan, Agustiar juga menyerahkan bantuan pangan, bantuan tunai, air bersih, masker dan vitamin kepada warga.

Sebanyak 1.500 paket sembako disalurkan dalam kegiatan itu. Bantuan terdiri dari 1.000 paket bantuan pangan serta tambahan 500 paket yang diberikan langsung oleh Gubernur. Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama aktivitas warga masih terdampak kondisi karhutla.

Dukungan juga diberikan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera (KHBS). Sebanyak 847 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan tunai sebesar Rp250 ribu per keluarga.

Selain bantuan pangan dan uang tunai, pemerintah menyediakan 4.400 liter air bersih bagi masyarakat. Kebutuhan air menjadi salah satu perhatian karena kondisi kemarau dan dampak karhutla dapat memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga juga menerima masker dan vitamin. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat asap karhutla.

Agustiar mengatakan kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan, tetapi perlu melihat persoalan secara langsung dan mencari langkah penyelesaian yang sesuai.

Baca Juga  Usai Kebakaran, Agustiar Pastikan SMAN 1 Cempaga Segera Dibangun Kembali

“Kalau masyarakat membutuhkan pangan, air bersih, kesehatan dan pendidikan, pemerintah harus hadir. Kita datang bukan hanya melihat, tetapi mencari jalan keluar,” tegas Agustiar.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Investasi di Kalteng diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga berjalan bersama pemenuhan kewajiban perusahaan kepada masyarakat.

Hal itu mencakup pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), program plasma serta kewajiban lain yang harus dijalankan sesuai ketentuan.

Pemprov bersama pemerintah daerah akan terus membuka ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Penyelesaian secara komunikasi dan musyawarah diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan warga dengan kewenangan pemerintah serta pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama kondisi karhutla masih berlangsung. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan memanfaatkan bantuan kesehatan yang telah disediakan.

Masyarakat juga diajak menggunakan media sosial secara bijak. Informasi yang belum jelas sumbernya diharapkan tidak langsung disebarluaskan karena dapat menimbulkan keresahan di tengah situasi yang membutuhkan ketenangan dan kerja sama.

“Kita ini petugas bapak dan ibu sekalian. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pangan, di situlah pemerintah harus hadir,” ucap Agustiar.

Baca Juga  Usai Kebakaran, Agustiar Pastikan SMAN 1 Cempaga Segera Dibangun Kembali

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan, bantuan pangan diberikan kepada masyarakat yang terdampak karhutla, termasuk warga yang belum menerima Kartu Huma Betang Sejahtera. Sementara warga yang sudah masuk dalam data penerima KHBS memperoleh bantuan tunai sesuai program yang telah ditetapkan.

Linae juga memastikan warga yang belum terdata tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan diri sebagai penerima bantuan. Pengusulan dapat disampaikan melalui relawan, kepala desa maupun camat.

Data warga yang masuk kemudian akan diperiksa melalui proses verifikasi dan validasi. Mekanisme ini dilakukan agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

“Jangan berkecil hati bagi yang belum menerima. Silakan melapor dan mendaftarkan diri. Jika hasil verifikasi menyatakan berhak, maka akan mendapatkan hak yang sama,” jelas Linae.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan apresiasi atas kunjungan Agustiar yang datang langsung menemui warga Talawang. Kehadiran Gubernur sekaligus penyaluran bantuan menjadi dukungan penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla.

Halikinnor menyebut kebutuhan pangan dan air bersih menjadi hal yang sangat diperlukan masyarakat dalam kondisi seperti saat ini. Karena itu, bantuan yang disalurkan pemerintah diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih Pak Gubernur. Kehadiran Bapak membawa bantuan yang memang langsung dibutuhkan masyarakat, terutama pangan dan air bersih,” kata Halikinnor.

Baca Juga  Usai Kebakaran, Agustiar Pastikan SMAN 1 Cempaga Segera Dibangun Kembali

Setelah menyambangi masyarakat Talawang, Agustiar bersama rombongan melanjutkan agenda penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah di Seruyan. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pangan serta ribuan liter air bersih untuk masyarakat.

Rangkaian penyaluran bantuan ini memperlihatkan upaya Pemprov menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah ancaman karhutla dan dampak musim kemarau. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait agar penanganan di lapangan dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Agustiar menegaskan pemerintah akan terus membuka akses bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Keluhan terkait pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur menjadi masukan yang dapat ditindaklanjuti melalui perangkat daerah sesuai kewenangan.

Pemprov juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan ikut mencegah munculnya titik api. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kehidupan warga. (adv)​

+ posts