HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hadapi Kemarau Panjang, Pemprov Kalteng Perkuat Sumur Bor dan Pasokan Air Bersih

12
×

Hadapi Kemarau Panjang, Pemprov Kalteng Perkuat Sumur Bor dan Pasokan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng terus memperkuat langkah menghadapi dampak kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah ialah memperluas pembangunan sumur bor di berbagai wilayah.

Fasilitas itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat memperoleh sumber air bersih, khususnya di daerah yang mengalami kekeringan.

“Sumur bor yang kami bangun ada dua jenis. Satu khusus mendukung pemadaman karhutla, dan satu lagi untuk pemadaman karhutla sekaligus sebagai sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar di Pangkalan Bun, Rabu (7/10/2026).

Pembangunan sumur bor menjadi bagian dari strategi Pemprov Kalteng dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau.

Selain membantu tim di lapangan ketika terjadi karhutla, keberadaan sumber air juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  UPR Libatkan Masyarakat Petakan Potensi Hutan Desa Gohong

Kebutuhan fasilitas itu masih ditemukan di sejumlah kawasan. Saat bertemu dengan Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Agustiar memperoleh informasi adanya permintaan pembangunan sumur bor di sekitar 15 lokasi.

Sebagian besar usulan berada di kawasan pesisir, dengan Kecamatan Kumai menjadi wilayah yang memiliki permintaan paling banyak. Kondisi geografis dan dampak kemarau membuat ketersediaan sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di kawasan itu.

Agustiar kemudian menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining untuk menindaklanjuti kebutuhan pembangunan sumur bor di lokasi yang telah diusulkan.

Pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat akan menjadi perhatian dalam upaya memperkuat penanganan karhutla sekaligus menghadapi persoalan kekeringan.

“Pasti kami hadir. Kalau ada permintaan, kami pastikan untuk membantu,” tegas Agustiar.

Baca Juga  Sektor Keuangan Kalteng Resilien Dukung Ketahanan Ekonomi Daerah

Di sisi lain, Pemprov Kalteng juga terus menggerakkan distribusi air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kemarau panjang.

Bantuan ini menjadi langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil menunggu ketersediaan sumber air yang lebih permanen.

Hingga 6 Oktober 2026, distribusi air bersih yang dilakukan Pemprov Kalteng telah mencapai lebih dari 7,02 juta liter. Penyaluran dilakukan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan air akibat kondisi kemarau.

Agustiar menegaskan, penanganan kemarau dan karhutla dilakukan secara terpadu. Pemerintah tidak hanya berkonsentrasi pada pemadaman api, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Upaya itu mencakup penyediaan air bersih, pembangunan dan pemanfaatan sumur bor, penyediaan rumah oksigen, pelayanan kesehatan hingga penyaluran bantuan pangan.

Baca Juga  DBH Kalteng Diminta Lebih Adil, DPRD Soroti Ruang Fiskal Daerah yang Makin Terbatas

Berbagai langkah tersebut diarahkan agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan selama menghadapi tekanan kemarau panjang.

Pemprov Kalteng juga terus mendorong koordinasi lintas sektor agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat dan sesuai kebutuhan.

Dengan penguatan sarana air serta dukungan penanganan karhutla, pemerintah berupaya mengurangi dampak kemarau terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. (adv)​

+ posts