AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

UPR Libatkan Masyarakat Petakan Potensi Hutan Desa Gohong

20
×

UPR Libatkan Masyarakat Petakan Potensi Hutan Desa Gohong

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Tim Program Pascasarjana UPR bersama LPHD Gohong dan masyarakat melakukan pemetaan spasial partisipatif di Hutan Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau.

PALANGKA RAYA – Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Hutan Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dengan menerapkan pemetaan spasial partisipatif sebagai upaya mendukung perencanaan dan pengelolaan kawasan berbasis data sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan hutan desa.

Ketua Tim Pengabdian Program Pascasarjana UPR, Dr. Petris Perkasa, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG), penginderaan jauh, dan analisis citra satelit untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi biofisik Hutan Desa Gohong, terutama vegetasi, badan air, serta kelembapan kawasan, baru-baru ini.

Menurutnya, analisis spasial dilakukan menggunakan empat indeks spektral, yakni Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Moisture Index (NDMI), dan Moisture Stress Index (MSI). Masing-masing indeks memiliki fungsi berbeda untuk menggambarkan kondisi ekologis kawasan secara lebih menyeluruh.

FOTO Ist.: Tim Program Pascasarjana UPR bersama LPHD Gohong dan masyarakat melakukan pemetaan spasial partisipatif di Hutan Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau.

“NDVI digunakan untuk menggambarkan tingkat kehijauan dan kerapatan vegetasi, NDWI membantu mengidentifikasi keberadaan badan air, NDMI memberikan informasi mengenai kondisi kelembapan vegetasi, sedangkan MSI digunakan untuk mengenali indikasi stres kelembapan pada vegetasi,” ujar Petris.

Baca Juga  Tim Peneliti FEB UPR Kembangkan Branding Kasai Bisa Berbasis Budaya Dayak

Hasil analisis tersebut kemudian disajikan dalam bentuk peta tematik yang menggambarkan variasi kondisi vegetasi, distribusi badan air, kelembapan, serta karakteristik ekologis Hutan Desa Gohong. Produk pemetaan itu diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mudah digunakan dalam memahami kondisi kawasan sebagai bagian dari proses perencanaan dan pengelolaan hutan desa.

“Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada proses pemetaan secara teknis. Salah satu aspek penting adalah keterlibatan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Gohong dan masyarakat setempat dalam diskusi serta validasi hasil pemetaan,” jelas Petris.

Ketua LPHD Gohong, Yanto L. Adam, menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan tim Program Pascasarjana UPR tersebut. Ia menilai informasi yang diperoleh melalui citra satelit dapat dibandingkan dan diperkaya dengan pengetahuan masyarakat mengenai kondisi aktual di lapangan, akses kawasan, pemanfaatan ruang, serta berbagai potensi yang selama ini diketahui dan dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga  Bhayu Rhama Resmi Dilantik Menjadi Rektor UPR Periode 2026–2030

“Keterlibatan masyarakat penting agar peta yang dihasilkan tidak hanya menjadi produk akademik, tetapi juga dapat digunakan sebagai media informasi dan dasar awal dalam mendukung pengambilan keputusan pengelolaan Hutan Desa Gohong,” kata Yanto.

Selain mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan, hasil pemetaan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi peluang pengembangan kawasan, seperti wisata alam, wisata edukasi lingkungan, jasa pemandu lokal, serta kegiatan kewirausahaan berbasis potensi dan sumber daya lokal. Pengembangan tersebut tetap diarahkan dengan memperhatikan daya dukung dan keberlanjutan kawasan agar manfaat ekonomi dapat berjalan selaras dengan pemeliharaan fungsi ekologis hutan desa.

Kegiatan pengabdian tersebut menjadi bentuk kontribusi Program Pascasarjana UPR dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, LPHD Gohong, pemerintah desa, serta masyarakat, informasi geospasial diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam perencanaan wilayah berbasis masyarakat. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu dasar penyusunan rekomendasi pengembangan Hutan Desa Gohong yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan informasi spasial untuk menjaga serta mengembangkan sumber daya alam bagi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. (Red/Adv)

Baca Juga  Gubernur Agustiar Bawa Bantuan untuk Warga Talawang, 847 KPM Terima BLT KHBS

+ posts