AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINE

Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UPR Dapat Pembekalan Literasi Keuangan dari OJK

190
×

Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UPR Dapat Pembekalan Literasi Keuangan dari OJK

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana PKKMB Fakultas Hukum UPR 2025/2026

PALANGKARAYA – Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR) menghadirkan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan edukasi keuangan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026, Kamis, 14 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa baru yang tengah menjalani proses orientasi kampus untuk mengenal sistem, aturan, dan budaya akademik di perguruan tinggi.

Baca Juga  Disdik Sampaikan Program Pendidikan Prioritas Kalteng Saat Bukber

PKKMB juga berfungsi sebagai wadah pengenalan kebijakan pendidikan tinggi, termasuk transformasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka menjadi Kampus Berdampak.

Selain itu, mahasiswa baru mendapat pembekalan penting mengenai literasi keuangan, mulai dari pengaturan keuangan pribadi hingga strategi investasi awal.

Narasumber utama kegiatan, R. Arvin Jazmi Adhyaksa selaku Asisten Manajer Senior KOJK Kalteng, menyampaikan materi seputar produk dan layanan jasa keuangan, fungsi OJK, serta cara menghadapi praktik keuangan ilegal.

Baca Juga  Gubernur Agustiar Sabran Pastikan Akses Pendidikan Bagi Generasi Kalteng

“Dengan manajemen keuangan yang bijak, mahasiswa bisa lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Arvin, Kamis (14/8/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menghindari utang konsumtif dan lebih mengutamakan pola hidup hemat agar pengeluaran sesuai dengan kemampuan.

Pembekalan ini melibatkan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan pertanyaan praktis seputar pengelolaan uang saku dan perencanaan tabungan.

Baca Juga  PWI dan IKWI Kalteng Bagikan 400 Paket Takjil Di Palangka Raya

Harapannya, mahasiswa baru dapat membangun kebiasaan finansial positif sejak awal perkuliahan sehingga tidak mudah terjebak dalam masalah keuangan.

“Generasi muda harus cerdas dalam mengelola keuangan agar mampu mendukung kesuksesan studi sekaligus pengembangan diri,” tandas Arvin. (Red/OJK)