DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Pemda Diminta Perluas Pelatihan Keterampilan demi Tingkatkan Daya Saing Pekerja Lokal

189
×

Pemda Diminta Perluas Pelatihan Keterampilan demi Tingkatkan Daya Saing Pekerja Lokal

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng Sirajul Rahman.

PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman, menyerukan kepada pemerintah daerah se-Kalteng untuk menggencarkan pelatihan keterampilan tenaga kerja demi meningkatkan daya saing masyarakat lokal. Ia menilai hal ini penting dalam menyambut pertumbuhan sektor industri dan investasi yang makin pesat di daerah.

“Daya saing tenaga kerja lokal perlu ditingkatkan agar tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar,” ucap Sirajul Rahman.

Baca Juga  RKPD 2027 Kalteng Difokuskan pada Pertumbuhan Berkualitas dan Penguatan Tata Kelola

Ia menjelaskan bahwa instansi teknis harus mampu memformulasikan pelatihan yang tidak hanya seremonial, namun benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan tidak asal program, karena kalau tidak sesuai justru mubazir,” tegasnya, Jumat (28/03/2025).

Sirajul menyebut bahwa pelatihan keterampilan bisa menjadi salah satu cara menurunkan tingkat pengangguran di Kalimantan Tengah, asalkan diselenggarakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia menilai penting bagi setiap daerah untuk memiliki data yang akurat mengenai kebutuhan tenaga kerja.

Baca Juga  28 Mahasiswa FISIP UPR Berprestasi Launching Buku Inspiratif 

Ia mencontohkan sejumlah bidang keterampilan yang relevan seperti otomotif, menjahit, pertanian modern, pengelasan, hingga penguasaan teknologi digital. Menurutnya, hal ini harus dikembangkan melalui pelatihan berbasis praktik langsung.

“Jangan hanya mengandalkan pelatihan di dalam ruangan. Praktik di lapangan justru lebih efektif untuk mengasah kemampuan peserta,” ungkapnya.

Baca Juga  Legislator Nilai Pemangkasan APBD 2026 Berisiko Perlambat Pemerataan Pembangunan di Kalteng

Sinergi antarinstansi, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dinilainya menjadi kunci agar pelatihan yang dilakukan benar-benar berkualitas dan menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai.

“Kita tidak bisa asal-asalan, karena ini menyangkut masa depan tenaga kerja lokal dan perkembangan daerah,” tandas Sirajul. (Red/Adv)