Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa transformasi organisasi menjadi kunci utama dalam memperkuat integritas dan profesionalisme lembaga pengawas sektor keuangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menekankan hal tersebut saat melantik Deputi Komisioner, Kepala Departemen, dan Kepala OJK Daerah di Jakarta.
Mahendra menyampaikan bahwa dinamika ekonomi global, pesatnya inovasi teknologi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat menuntut OJK untuk terus berbenah secara struktural dan kultural.
“Transformasi organisasi harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, meneguhkan komitmen, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan perekonomian nasional,” ujar Mahendra, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa transformasi OJK tidak terbatas pada perubahan regulasi dan struktur kelembagaan, tetapi juga menyasar perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh insan OJK.
Menurut Mahendra, pendekatan pelayanan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi kepentingan publik harus ditopang dengan peningkatan kompetensi serta kinerja yang terukur.
Pelantikan pejabat pimpinan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang mengamanatkan penguatan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pelindungan konsumen.
Selain itu, pengangkatan Kepala OJK Daerah diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan di wilayah serta memastikan kebijakan OJK dapat diterapkan secara efektif sesuai karakteristik daerah.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Deden Firman H, Defri Andri, Indarto Budiwitono, Eddy Manindo Harahap, dan I. B. Aditya Jayaantara sebagai Deputi Komisioner di berbagai bidang strategis.
Rendra Zairuddin Idris ditunjuk sebagai Kepala Departemen Khusus Transformasi, sementara Eko Wijaya, Kurnia Tri Puspita, dan Yan Jimmy Hendrik S dipercaya memimpin OJK di daerah.
Mahendra berharap para pejabat yang dilantik mampu menjaga independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Dengan kepemimpinan yang kuat dan transformasi berkelanjutan, OJK diharapkan semakin proaktif menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif,” tandas Mahendra. (Red/Adv)










