DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Pemerataan Layanan Kesehatan Daerah Butuh Pengelolaan Anggaran Optimal

65
×

Pemerataan Layanan Kesehatan Daerah Butuh Pengelolaan Anggaran Optimal

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati

MUARA TEWEH – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati menegaskan bahwa pengelolaan anggaran kesehatan harus menjadi prioritas strategis untuk menutup ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Menurutnya, penguatan anggaran tidak boleh sekadar formalitas angka, tetapi harus berorientasi pada dampak nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat layanan medis.

“Pengelolaan anggaran sektor kesehatan harus diperhatikan dengan cermat, agar setiap dana yang dialokasikan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya baru-baru ini.

Sri Neni menjelaskan bahwa anggaran kesehatan memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ia menilai kebijakan penganggaran harus berbasis kebutuhan riil yang mampu menyentuh hingga desa-desa terpencil.

Baca Juga  Kepuasan Publik Capai 97,8 Persen, Program Pendidikan Huma Betang Dinilai Berhasil Dorong Mutu Sekolah di Kalteng

Ia menegaskan pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, sehingga pemerintah daerah wajib memastikan alokasi anggaran benar-benar mampu memenuhi kebutuhan fasilitas dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Barito Utara.

Ketimpangan distribusi tenaga kesehatan juga menjadi sorotan Sri Neni. Ia menilai minimnya tenaga medis di pedalaman berdampak langsung pada lambannya akses layanan dasar bagi masyarakat.

“Kita harus memastikan tenaga medis tersebar dengan baik, terutama di wilayah pedalaman, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tambahnya.

Baca Juga  Lambatnya Penegasan Batas Desa Disorot DPRD Kalteng, Didorong Jadi Prioritas 2026

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan model layanan kesehatan yang adaptif terhadap kondisi geografis Barito Utara, bukan hanya fokus pada pembangunan fasilitas fisik.

Program seperti layanan kesehatan keliling, peningkatan fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga penyediaan ambulans gratis bagi masyarakat kurang mampu dinilai mampu menjawab tantangan wilayah yang sulit diakses.

“Upaya ini akan sangat membantu masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan dan memastikan layanan kesehatan benar-benar hadir bagi mereka yang membutuhkan,” tandas Neni. (Red/Adv)

+ posts