HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Pelajar Palangka Raya Diberi Bekal Literasi Digital dan Finansial

72
×

Pelajar Palangka Raya Diberi Bekal Literasi Digital dan Finansial

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Staf Ahli Wali Kota Palangka Raya, Alman P. Pakpahan, menekankan pentingnya membangun kesadaran literasi bagi generasi muda sebagai prioritas pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Festival Literasi 2025 baru-baru ini di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.

Alman menyebut pelajar sebagai aset masa depan yang harus dibekali kemampuan literasi yang kuat untuk menghadapi tantangan global. Menurutnya, minat baca yang tinggi akan memperluas wawasan sekaligus membentuk karakter yang positif.

“Jika minat baca tumbuh, wawasan akan berkembang, dan karakter mereka terbentuk lebih baik. Inilah fondasi pembangunan Palangka Raya yang lebih maju, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih jauh, literasi modern kini tidak terbatas pada membaca dan menulis. Alman menekankan literasi digital, media, dan finansial menjadi kunci agar generasi muda mampu berpikir kritis, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga  Junaidi Apresiasi BPK, LHP Jadi Cermin Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kalteng

“Kita ingin anak-anak kita siap berkompetisi dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Alman mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Ia menyebut peran pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, penggiat budaya, serta orang tua sangat penting dalam menciptakan budaya literasi yang menyeluruh.

“Literasi berperan besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Literasi juga sebagai modal sosial yang dapat memperkuat sumber daya manusia dan menjadi penggerak kemajuan daerah,” pungkas Alman.

Festival Literasi 2025 digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya sebagai wadah edukasi bagi masyarakat. Kegiatan ini menekankan penguatan budaya membaca, pengembangan wawasan, serta pembiasaan berpikir kritis di semua lapisan masyarakat.

Baca Juga  Lambatnya Penegasan Batas Desa Disorot DPRD Kalteng, Didorong Jadi Prioritas 2026

Selain talkshow dan bedah buku, festival juga menampilkan bazar buku dan pameran kearsipan. Peserta diberi kesempatan mempelajari literasi digital, memperluas wawasan, serta membangun kreativitas melalui berbagai aktivitas interaktif.

“Kami berharap festival ini mempersiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Palangka Raya,” tutup Alman. (Red/ADV)

+ posts