AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Edukasi Publik tentang Leukemia Bukti Nyata Pengabdian UPR

164
×

Edukasi Publik tentang Leukemia Bukti Nyata Pengabdian UPR

Sebarkan artikel ini
Foto: Kegiatan seminar yang bertajuk “Bukan Sekadar Kanker Darah: Menguak Fakta dan Harapan Baru dalam Penanganan Leukemia”, di Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Fakta ilmiah tentang leukemia kini semakin mudah diakses berkat sinergi antara akademisi dan sektor kesehatan. Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya bekerja sama dengan Prodia menyelenggarakan seminar bertema “Bukan Sekadar Kanker Darah: Menguak Fakta dan Harapan Baru dalam Penanganan Leukemia” di Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya, Sabtu (10/8/2025).

Acara ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai latar belakang, yang antusias mengikuti paparan narasumber utama, dr. Lia Sasmithae, Sp.PD, SubSp. (K) H.Onk.M, FINASIM.

Baca Juga  Perkuat Akses Modal dan Sistem Terintegrasi, DPRD Optimistis Peternakan Kalteng Kian Kompetitif

Dalam materinya, Lia menegaskan bahwa leukemia bukanlah penyakit keturunan sebagaimana masih diyakini sebagian orang.

“Leukemia umumnya terjadi secara acak akibat perubahan genetik selama hidup seseorang, bukan diwariskan. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak salah paham,” jelasnya. (Sabtu, 10/8/2025)

Ia menambahkan, deteksi dini menjadi langkah vital untuk meningkatkan peluang keberhasilan terapi. Pemeriksaan darah lengkap, aspirasi, dan biopsi sumsum tulang merupakan bagian dari proses diagnosis yang akurat.

Baca Juga  Legislator Nilai Pemangkasan APBD 2026 Berisiko Perlambat Pemerataan Pembangunan di Kalteng

Dengan perkembangan teknologi, pemeriksaan genetik kini memainkan peran penting dalam menentukan strategi pengobatan. “Inilah esensi dari personalized medicine, di mana pengobatan disesuaikan dengan karakteristik genetik pasien,” ujarnya.

Lia juga menguraikan bahwa leukemia kini bukan lagi vonis mati. Beragam terapi modern seperti imunoterapi dan terapi target telah memberikan banyak harapan.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

Transplantasi sumsum tulang pun kini semakin mudah diakses, baik menggunakan sel punca pasien sendiri maupun donor.

Evaluasi hasil seminar menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta hingga 31,7%. Angka itu menunjukkan keberhasilan pendekatan edukatif berbasis bukti.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya meningkatkan literasi kesehatan, tapi juga menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat,” tandas Lia. (Red/Adv)