HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Fairid Naparin Wakili Kalteng di Program KPPD Lemhannas

94
×

Fairid Naparin Wakili Kalteng di Program KPPD Lemhannas

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

PALANGKA RAYA – Satu kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah, karena Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin dipercaya mewakili provinsi ini mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025.

Kegiatan ini digagas oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari 25 kepala daerah yang dipilih, hanya Fairid yang berasal dari Kalteng.

Program KPPD dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 18 November 2025. Tahapan pelatihan meliputi sesi utama di Jakarta, kemudian pendalaman di Singapura, dan penutupan di BPSDM Kemendagri.

Menurut Lemhannas, kegiatan ini dirancang untuk mencetak pemimpin daerah yang berintegritas tinggi, memahami nilai kebangsaan, serta mampu menanamkan semangat empat Konsensus Dasar Bangsa.

Baca Juga  BPK Serahkan LHP Semester II 2025, Pemprov Kalteng Diminta Optimalkan Pajak dan Kualitas Belanja

Fairid Naparin mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari forum strategis ini. Ia menilai keikutsertaannya menjadi momen berharga untuk memperkaya wawasan dan pengalaman sebagai kepala daerah.

“Beberapa waktu lalu saya menerima surat pemanggilan untuk mengikuti kegiatan KPPD ini dari Lemhannas RI. Saya bangga terpilih dalam program ini karena memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dengan belajar dari para pemimpin dan pakar nasional maupun internasional,” kata Fairid, Selasa (4/11/2025) di Palangka Raya.

Baca Juga  Junaidi Apresiasi BPK, LHP Jadi Cermin Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kalteng

Ia menambahkan, kesempatan ini juga mencerminkan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kinerja kepemimpinannya yang berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang baik.

Fairid bertekad menerapkan hasil pembelajaran dari KPPD dalam strategi pembangunan berkelanjutan di Palangka Raya.

“Harapannya, pengalaman dari KPPD ini dapat diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan kota, khususnya dalam memperkuat ketahanan daerah, menjaga persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya menutup. (Red/Adv)

+ posts